Tips dan Trik Packing yang Praktis untuk Traveling

Sebagai wanita jadi-jadian yang berhijab syar'i kalian pasti berpikir kalau bawaan saya pas traveling pasti banyak dan heboh seperti kebanyakan wanita lainnya.
Yeah, salah besar kalo kamu berpikir demikian. Karena saya bisa hanya bawa koper ukuran S + daypack yang isinya cuma bantal leher & chiki untuk perjalanan 10 hari ke Turki pindah-pindah kota, tanpa nyuci dan tiap hari ganti baju.
Lha kok iso?


Iso banget! 
Sebab saya paling males kalo bawaannya banyak, karena bikin sendiri dan bawanya juga pegel. 

Trus caranya piye?

Gini....

Saya kalau cuma pergi 1-4 hari cuma bawa ransel yang daypack 20 liter.
Pergi 4-7 hari dan perginya deket + gak mau beli oleh-oleh heboh, cuma bawa ransel ukuran 30 liter.
Pergi 7-15 hari dan perginya jauh atau mau beli oleh-oleh agak banyak, bawanya koper ukuran S (22") + dayapack 20 liter. 
Pergi umroh dengan lanjutan ke negara lain, bawanya koper gede (31") 1 aja.
Yang nggak pernah ketinggalan di setiap perjalanan saya adalah 'tas gandum' yang kumel atau bahasa kerennya tote bag buat tempat "peralatan perang".

 
Salah satu tote bag andalan saya. Beli di Kaison, murah meriah.

Image result for daypack consina angelica
Daypack 20 liter

Ransel 30 liter

Image result for lojel rando size S
Koper ukuran S (22") yang bisa diexpand, meskipun selama dipakai traveling saya belum pernah meng-expand karena masih cukup.

Image result for lojel koper
Koper ukuran L (31"), khusus untuk umroh dengan lanjutan ke negara lain.


Yang dibawa apa aja?

1. Baju
Baju harian yang saya bawa adalah kaos lengan panjang berbahan ringan dan/atau tunik tipis tapi tidak tembus pandang, menyerap keringat, dan adem. Harus bisa digulung rapi dan kecil.
Jumlahnya sesuai hari perjalanan. Ditambah 1 kaos untuk tidur.
Kalau pergi musim dingin ditambah long jhon, sepasang sarung tangan, 1 sweater dan/atau 1 jaket tipis anti angin-anti air yang bisa dilipat kecil + 1 coat.
2. Rok
Rok yang saya bawa berbahan ringan, tidak tembus pandang, dan lebar supaya bebas bergerak. Bisa digulung rapi.
Jumlahnya sesuai hari perjalanan dibagi 2. (1 rok dipakai untuk 2 hari).
3. Kerudung
Biasanya saya membawa kerudung turki big size. Bahannya ringan dan tidak memakan tempat, sejumlah hari perjalanan (atau kadang juga sejumlah hari perjalanan dibagi 2) + 1 bergo. Juga 'dalaman ninja' sejumlah hari perjalanan dibagi 2. Jangan lupa peniti!
4. 'Daleman'
Semacam legging tapi tidak ketat, bra, disposable panties sejumlah hari perjalanan.
5. Toiletries
Sabun, shampoo, pasta gigi, sabun cuci muka semuanya berukuran mini. Sikat gigi lipat. Handuk kecil yang mudah menyerap air dan cepet kering.
6. Make-up
Pelembab, edt, sun block semua dalam kemasan mini.
7. Kaos kaki & Sepatu
Saya biasanya hanya membawa sepatu satu yang saya pakai untuk segala suasana. Sepatu andalan saya tanpa tali, nyaman buat jalan lama, dan ringan banget. Kalau misalnya basah dia cepet keringnya, kalau misal kurang puas keringnya bisa di-hair dryer, dimana si hair dryer ini selalu tersedia di hotel/hostel/guest house.
Tapi kalau pergi di musim dingin dengan salju, bawa sepatu boot yang anget. 
Sepatu boot saya super ringan, bisa ditekuk, dan bisa disumpelin kaos kaki, obat-obatan, dan segala barang kecil-kecil sewaktu di dalam koper, biar hemat tempat.
Saya hampir tidak pernah membawa sandal kecuali kalau pergi umroh (bawa sandal jepit yang warnanya norak biar keliatan kalo pas ditaruh di tempat sandal).
8. Alat Shalat
Selembar sajadah ukuran normal yang tipis dan sepasang mukena super tipis yang bisa dilipat super kecil.
9. Lain-lain
botol minum, hp + charger, power bank, paspor, dompet (dan isinya), ballpoint (ini penting ya, buat ngisi arrival card dan customs declaration), bantal leher, spork, tisyu, plastik, mie instant, chiki, obat-obatan (obat masuk angin, minyak angin, obat diare, panadol, counterpain, salonpas), payung lipat kecil.


Trik:

Metode packing saya adalah dengan cara menggulung baju sekecil dan serapi mungkin. Untuk yang tidak bisa digulung atau terlalu besar kalau digulung, saya lipat jadi 3 dan tempatkan di packing cube atau di vacuum plastic bag.
Toiletries dan make-up dimasukkan terpisah dalam plastik bening dengan zipper.
Semua disusun rapi dalam ransel atau koper dan masih ada space sisa untuk tempat oleh-oleh, sehingga di perjalanan pulang bawaan kita tidak 'beranak'.

Saya jarang mencuci selama perjalanan karena saya anaknya males nyuci, walaupun di hostel/guest house pasti ada mesin cuci gratis yang bisa dipakai kapanpun. 
Jadi semua barang yang saya bawa sudah saya perhitungkan supaya nggak usah ada acara mencuci. Kalaupun emergency harus mencuci sebetulnya juga nggak masalah sih, soalnya baju yang saya bawa semua berbahan ringan dan cepet kering.

Barang bawaan saya semua dibawa berdasarkan fungsi, bukan berdasarkan mode dan gaya. Buat saya, mode dan gaya itu nomer rongewu pitulikur
Buat apa gaya kalau kita jadi repot & tersiksa.
Kalau musim dingin ya bawa baju yang ringan tapi tetap hangat (perhatikan betul jenis bahannya), kalau musim panas ya bawa baju yang ringan tapi tetap sesuai syariah. 
Untuk sarung tangan, jaket, sweater, dan coat cukup bawa masing-masing 1 aja, nggak perlu kecentilan gonti-ganti setiap hari, karena fungsinya sama aja buat menghangatkan tubuh dan semua outer itu didesain bukan untuk sekali ganti dan tentunya nggak gampang kotor. Begitu pun dengan sepatu dan tas. Cukup satu yang nyaman untuk segala suasana.

Maksimal barang bawaan saya adalah 3 pcs: koper + daypack+ tote bag atau ransel + tote bag + 1 tentengan. Berat total nggak sampai 20 kg. 
Semua bertujuan untuk memudahkan dalam membawa juga memudahkan dalam pengawasan (meminimalisir tercecer atau tertinggal karena lupa dicangking). 
Saya sangat disiplin dengan itu. Makanya saya tidak pernah mau dititipin beli barang/oleh-oleh sama temen-temen saya. Hahahha


TIPS:

1. Bawalah pakaian yang ringan, nyaman, dan berfungsi dengan semestinya dalam jumlah yang pas. Jangan membawa pakaian (termasuk tas dan sepatu) berdasarkan gaya, karena dijamin bawaanmu akan banyak banget dan packingnya ribet.
Kelemahan wanita itu barang bawaannya dibawa berdasarkan gaya. Pakaian dan sepatu berbagai model, asesoris segambreng, bahkan tas berbagai bentuk ikut dibawa serta. Kalau lemari bisa dibawa, mungkin dibawa se-lemari-lemarinya. Nggak peduli dengan fungsi, yang penting gaya. 
Akibatnya, sering saltum nggak sesuai musim di negara tujuan, bawaan jadi kebanyakan (kadang dibawa tapi nggak kepakai), packingnya ribet banget dan lama (karena satu tas kurang, nambah satu lagi masih kurang lagi. Begitu seterusnya), bawaan jadi berat dan akhirnya nyusahin diri sendiri bahkan kadang nyusahin orang lain karena kelebihan bagasi trus harus nitipin bagasi ke temennya. Naudzubillah....
2. Perhitungkan space untuk tempat oleh-oleh dan pikirkan secara matang mau beli oleh-oleh apa, supaya cukup dimuat dalam ransel/koper kamu sehingga bawaannya nggak beranak pinak.
Kelemahan wanita adalah kalap belanja, karena nggak pernah bikin list belanjaan dan list siapa aja yang mau dikasih oleh-oleh + bawa barang udah kebanyakan dari rumah, jadi nggak ada space lagi buat tempat oleh-oleh. Jadilah bawaannya beranak pinak.
3. Harus disiplin. Karena kita traveling kan maunya nyaman dan menikmati destinasi yang ada. Jangan sampai ribet hanya perkara packing dan badan jadi encok karena kerepotan bawaan yang segambreng.
4. Biasakan untuk mencari informasi tentang negara dan tempat wisata tujuan kamu serta perhatikan itinerary untuk memperhitungkan bawaan apa yang mesti dibawa dan jumlahnya berapa, supaya pas dan sesuai dengan fungsinya.
Jangan malas buat browsing dan baca-baca. Secara yaaa.... hari gini semua informasi itu ada dalam genggaman kamu (Itu smart phone jangan cuma buat sosmed-an doang!).
5. Ukurlah dirimu sendiri. Kalau kamu nggak tahan dingin di negara yang lagi musim dingin, bawalah satu jaket aja tapi mantab (yang tebal kalau perlu yang mlenuk-mlenuk dan ada bulu-bulunya) + long jhon. Tapi kalau kamu cukup tahan dingin kayak saya, bisa cuma bawa long jhon dan coat aja.
6. Kalau kamu takut terjadi sesuatu dengan pakaianmu, misalnya basah kehujanan atau ketumpahan minuman, cobalah berpikir untuk mencuci di hostel/guest house yang memang selalu tersedia fasilitas untuk itu. Jika kamu menginap di hotel dan nggak pindah-pindah kota, bisa juga mencuci dan dijemur di kamar mandi. Kalau menginap di hotel dan/atau harus berpindah-pindah kota, bawalah cadangan baju satu aja.
7. Membawa barang bawan yang simple itu enak. Nggak usah khawatir, yang penting semua yang dibawa nyaman dipakai dan sesuai dengan fungsinya serta jumlahnya sudah diperhitungkan matang sesuai itinerary.
Kalo nggak percaya, silahkan dicoba dan rasakan manfaatnya. Kalau nggak dicoba, nggak akan bisa merasakan nikmatnya. hahaha

Share:

12 komentar

  1. Aku jg suka pakai teknik digulung kecil kecil mbk. Btw makasih sharingnya mbk. Salam, muthihauradotcom

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai mbak Muthi, terima kasih ya udah mampir :D

      Delete
  2. Tapi, menyimpan baju kotor 10 hari lalu? Itu bagian yg kok iso buat saya. Hihihi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iso, mbak Farida...
      soalnya pas itu perginya musim dingin. bajunya nggak kotor, kan g keringetan. hahahaha
      tentunya dipisahin ya, yang kotor sama yang bersih.

      Delete
  3. Wah ini perlu ditiru. Biasanya suamiku yang rewel kalau bawaan banyak. Belum lagi bawa barangnya anak-anak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihi boleh ditiru mbak :)
      tapi kalau pergi sama anak pastinya barangnya juga lebih banyak ya. hehehe

      Delete
  4. Saya juga kalo traveling bawa celananya dikit aja mbaak, kaos yang bahannya enteng. Tapi kadang saya suka bawa sandal atau sepatu cadangan, jadinya bawaan banyak :(
    Ini tips n triknya boleh banget dicobain. Makasih yaaa...

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah, sepatu itu paling makan tempat, mbak. besar pula. Makanya kalo bisa bawa yang dipakai aja, yang bisa dipakai segala suasana.
      kalau sandal bolehlah, sandal yang tipis aja. hehehe

      Delete
  5. kalau ada foto isi kopernya mungkin jadi bisa lebih menggambarkan gimana cara packing ala mba :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. siap, mbak...
      kemarin dapet ide nulis ini pas habis unpacking koper dari Turki, baru nyadar kalo belum difoto.
      insyaAllah nanti kalau saya piknik lagi, saya fotoin & saya tambahin di sini.

      terima kasih mbak Desni :D

      Delete
  6. Aku juga kalo nyimpen pakaian suka digulung kecil kecil dikoper tapi kalo ketauan emak suka diomelin soalnya bikin baju kusut katanya hehehe...

    Btw nice info banget buat yang pengen jalan jalan.

    coolatmoshpeer.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha iya, mbak.. emak-emak emang nggak rela banget kalo bajunya kusut.
      kalo kita sih bodo amat yah, apalagi kalo saya baju kan ketutup kerudung. kusut apa enggak g ada yang tau. hahahaha

      Delete

Silahkan tinggalkan komentar :)

NO SPAM! NO SARA!