Habiskan Makananmu!

by - Friday, March 23, 2018

Saya suka kesel kalo liat orang-orang yang ngambil makanan sendiri udah gitu nggak dihabisin. Perbuatan tercela ini seringkali saya temui di hotel ketika ada sajian buffet dan di tempat acara semacam kondangan prasmanan juga di restoran.

Yang lebih ngeselin lagi, mereka itu kalau ngambil makanan buanyak, semua jenis diambil sampai menggunung. Eeeh yang dimakan dikit, cuma di'eker-eker' doang gitu, diicip secumit-secumit trus mendadak bilang kenyang atau bilang kalo dia nggak doyan dan makanannya nggak enak (mencela makanan).


Selain alasan kenyang, makanan nggak enak, dan nggak doyan, sebagian besar mereka berasalan kalau mengambil makanan berdasarkan rasa penasaran dan lapar mata (tidak bisa mengendalikan nafsu). Hajar aja pokoknya, ngicipin semua jangan sampai ada yang terlewat. Ada juga yang beralasan "kan udah dibayar" jadi bebas ambil sebanyak mungkin, biar nggak rugi. Atau alasan kampungan "mumpung gratis".

Saya jadi mikir, orang-orang model ini apa nggak tau ada teknologi yang namanya 'ukuran'? Atau nggak tau berita kalau di sebagian belahan bumi ini masih banyak orang yang kelaparan, susah mendapatkan makanan, dan menderita gizi buruk? Apa orang-orang ini nggak punya hati dan empati ataukah mereka mendewakan keserakahan?

Alhamdulillah saya dididik dari kecil sama ibu saya untuk selalu menghabiskan makanan sampai piring licin tak bersisa. Pokoknya harus bertanggung jawab atas makanan yang sudah diambil. Karena menyisakan makanan itu mubazir dan jadi temennya setan. Selain itu, menghabiskan makanan adalah salah satu bentuk rasa syukur kita masih bisa makan dengan cukup dan nikmat. Karena setiap butir nasi itu adalah rezeki kita.


Lalu bagaimana caranya untuk merubah kebiasaan buruk kita yang sering menyisakan/membuang makanan?
  1. Ambil makanan sesuai kapasitas perut kita. Jangan serakah. Disinilah kita harus bisa mengukur diri sendiri. Perut lagi lapar atau kenyang. Lagi butuh makan banyak atau lagi nggak nafsu makan. Kalau kapasitas perutya mini ya jangan ambil porsi kuli.
  2. Jangan lapar mata. Percayalah, apa yang kamu lihat itu tidak semua rasanya sesuai dengan ekspektasimu dan apa yang tampak menggiurkan itu belum tentu rasanya seenak penampakannya.
  3. Ambillah makanan yang sekiranya kamu doyan aja. Makanan yang kiranya kamu nggak doyan jangan diambil meskipun kamu penasaran. Biarkan aja dia tenang di tempatnya, nggak usah dipikirin. Jangan tergoda, karena semua makanan yang disajikan itu adalah pilihan, bukan berarti harus diambil satu-satu, sekalipun itu gratis atau kamu sudah membayarnya.
  4. Kalau penasaran pengen ngicipin, ambillah sedikit dulu sebatas untuk icip-icip (misal sesendok aja). Jadi kalau ternyata kamu nggak doyan, nggak mubadzir. Kalau ternyata enak dan kamu doyan, baru ambil lagi sesuai kebutuhan.
  5. Berpikirlah bagaimana proses perjalanan panjang sebuah makanan itu dari mulai menghasilkan bahan baku sampai bisa tersaji di hadapanmu. Berpikirlah betapa sulitnya orang-orang yang bekerja menanam padi sampai lelahnya para koki yang memasak. Dengan begitu kamu akan lebih menghargai makanan meskipun hanya sebutir nasi.
  6. Ingatlah orang-orang yang kesulitan mendapatkan makanan. Jangankan di negeri yang sedang perang, di negara kita yang katanya lumbung padi gemah ripah loh jinawi ini aja masih banyak penderita gizi buruk dan orang yang makan nasi aking cuma pake garam. Bayangkan perasaan mereka kalau tau kita yang bisa makan enak dan melimpah malah ngebuang-buang makanan.
  7. Tanamkan prinsip bahwa menghabiskan makanan adalah salah satu bentuk rasa syukur kita pada الله. Alhamdulillah masih bisa makan enak dan berusahalah untuk tidak mencela makanan.
  8. Buang jauh-jauh mental gratisan & keserakahan. Mungkin sekarang kamu santai aja bisa makan enak yang menunya melimpah ruah sampai kekenyangan dan makanan jadi terbuang-buang karena nggak bisa mengendalikan nafsu. Ingat, bisa saja suatu hari nanti kamu berada pada posisi orang yang sulit mendapatkan makanan. Naudzubillah...
Nah itu kalau makanan yang disajikan berbentuk prasmanan/buffet alias ngambil sendiri. Gimana kalau makanan yang udah diambilin atau udah tersaji di piring kita?
  1. Kalau sekiranya porsi di warung/restoran itu melebihi kapasitas perut kamu, minta porsinya dikurangi. Atau memesan porsi kecil (biasanya tersedia di beberapa restoran). Kalau kita belum tau ukuran porsinya, jangan malu untuk bertanya kepada penjualnya.
  2. Kalau makanan sudah  tersaji tanpa kita bisa memilih/meminta, makanlah apa yang kamu suka aja dan jangan sentuh sama sekali kalau sekiranya  kamu nggak doyan. 
  3. Kalau porsi makanan yang sudah tersaji itu terlalu banyak buatmu, sebelum disentuh pisahkan dulu sejumlah yang kamu mau makan. Sisanya, tawarkan pada temen sebelah, siapa tau ada yang mau menampung. Kalau nggak ada yang mau, yang tidak tersentuh itu tinggalkan saja atau bisa dibawa pulang untuk dimakan lagi kemudian.
  4. Jika makanan yang kita pesan masih tersisa banyak (seringnya kalau hidangannya porsi keluarga), jangan malu untuk minta dibungkus dan dibawa pulang. Membawa pulang sisa makanan pesanan kita itu nggak dosa kok. Kalau sekiranya kita nggak mau memakannya lagi, bisa kita berikan ke orang yang tidak mampu yang kita jumpai di jalanan. Kalau sisanya berupa ikan atau ayam yang udah acak-acakan, sedekahkan buat kucing.
  5. Jangan makan sambil bicara, apalagi sambil ngobrol. Sebab ketika ngobrol ada udara yang ikut masuk bareng makanan sehingga menyebabkan kita lebih cepat kenyang sebelum makanan kita habis.


Ukurlah kapasitas perut sendiri. Makan ketika lapar dan berhentilah sebelum kenyang. Karena banyak makan itu bisa mengeraskan hati.

You May Also Like

4 komentar

  1. Kalau sekiranya belum habis, jangan buru-buru buang makanan itu. Simpan dulu, nanti bisa dimakan lagi. :)

    ReplyDelete
  2. Aku selalu bawa kotak makan kosong kemana2, jd klo ga habis selalu masukin ke kotak makan. Nanti pasti bbrp jam lg anak2 mnta makan, ud ga perlu jajan lg. Hemat & ga buang2 makanan.

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan komentar :)