Naik Metro di Seoul [Korea Selatan]


Pas pertama kali saya lihat peta Seoul Metro, kepala langsung nyut-nyut. Antara bingung sama deg-degan, soalnya bener-bener ruwet koyo mbako susur, mana nama-nama stasiunnya susah banget pun. 



Tapi itu hanya kesan pertama.
Selanjutnya terserah anda saya cari aplikasi yang kiranya bisa mengurai keruwetan si jalur metro. Hari gini ya, jamannya ponsel pinter, pasti ada aja aplikasi yang bisa memberi solusi.

Ada banyak aplikasi tentang jalur per-metro-an di google play, tapi pilihan saya jatuh pada KakaoMetro - Subway Navigation.

   

Menurut saya, aplikasi ini yang paling mudah dipahami dibanding aplikasi lain, informasinya cukup lengkap, akurat, dan bisa digunakan offline.
Saya download sejak sebelum berangkat ke Seoul. Buat modal bikin itinerary juga.

Menggunakannya juga cukup mudah, tinggal pilih stasiun awal, stasiun tujuan, dan jam keberangkatan. 
Pencat-pencet nanti muncul deh hasilnya:
Dari stasiun awal kamu harus kemana, melewati berapa stasiun, stasiun apa aja, harus transfer di stasiun mana, kereta datengnya jam berapa, keluar di pintu kiri atau kanan, waktu tempuh perjalanan, tarif, fasilitas stasiun, halte bus terdekat, keterangan exit stasiun, pilihan jalur, dan lain-lain. Pokoknya lengkap dan gampang banget makainya.


         
Pilih stasiun awal, stasiun tujuan, dan akan keluar hasilnya...


  
Ada pilihan, mau yang jalur simple atau yang jalur cepet 


Dan ternyata, setelah sampai di Seoul, saya nggak bingung lagi. 
Rupanya keruwetan itu hanya ada dalam gambar aja. Kenyataannya gampang banget dilalui karena bantuan aplikasi plus informasi di dalam kereta dan setiap stasiun juga sangat lengkap.
Pokoknya nggak takut nyasar lah. hahaha
Orang-orang Korea sendiri juga pada pakai bantuan aplikasi lho kalau naik metro. Mungkin nggak apal juga lah ya kalau bukan jalur yang sehari-hari dilewatin, saking banyaknya jalur dan stasiun di sana.

Selain di Seoul, KakaoMetro juga bisa digunakan di Kota Busan, Daegu, Gwangju, dan Daejeon.



Tips buat kamu yang mau naik metro di Korea:
1. Membayar dengan T-Money lebih hemat dan mudah. Tinggal beli T-Money di convenience store, dan tap di mesin saat masuk dan keluar stasiun. T-Money ini desainnya lucu-lucu loh, bisa milih sesuai selera.

2. Pastikan kamu tau tujuan kamu turun di stasiun apa dan exit berapa. Karena exit stasiun ada banyak dan terintegerasi dengan pusat perbelanjaan, halte bus, tempat wisata, kampus, dll. Misal, kamu harus turun di stasiun Gyeongbokgung dan keluar di exit 6 untuk ke Istana Gyeongbok.
3. Tidak semua pintu stasiun ada eskalator. Bahkan hampir semua stasiun fasilitasnya adalah tangga, yang mana anak tangganya jumlahnya nggak tanggung-tanggung alias banyak banget. Pastikan mentalmu siap, kakimu kuat dan memakai alas kaki yang nyaman.
4. Fasilitas eskalator hanya ada di dalam stasiun untuk menuju ke lantai pertengahan, antara stasiun dan platform. Ada beberapa stasiun yang salah satu pintu masuknnya menggunakan eskalator.
5. Jika naik dan turun tangga & eskalator, pastikan berdiri di sebelah kanan. Karena sebelah kiri hanya untuk orang yang kesusu alias jalur untuk mendahului buat yang buru-buru. Jangan berdiri bergerombol sambil ngobrol menuhin tangga, ya! 
6. Semua stasiun ada fasilitas lift. Tapi hanya digunakan untuk manula, kursi roda, sepeda, dan stroller. Kalau kamu sehat dan waras jangan coba-coba naik lift, kalo nggak pengen dipelototin orang. Orang Korea sekalipun bawa sepeda mereka lebih milih naik tangga sambil nggotong sepedanya. Beberapa stasiun ada fasilitas rel di samping tangga untuk ngegelindingin sepeda sambil kamu naik/turun tangga (naik/turun tangga sambil nuntun sepeda). Yang pada bawa koper segede gaban 2 biji pada naik tangga. Bahkan manula yang udah tuyuk-tuyuk pun naik tangga, lho! Jadi jangan manja.
7. Di platform, pastikan kamu antri rapi di belakang garis kuning dan di samping kiri-kanan pintu. Tunggulah orang keluar dari kereta dulu, baru kamu masuk.
8. Jarak antar stasiun transfer (pindah kereta) lumayan jauh. Tapi di platform juga ada informasi tentang quickest transfer points. Dimana kamu bisa naik di gerbong tertentu yang nantinya bisa memperpendek langkahmu menuju stasiun transfer untuk pindah kereta. Misal nomor yang tertera petunjuk itu adalah 4-1, maka kamu cari nomor 4-1 di depan pintu gerbong atau di lantai tempat kamu mau antri masuk gerbong. Nanti pas kamu turun kereta di stasiun transfer, otomatis udah deket sama jalur pindah keretanya. Jadi nggak perlu jalan jauh lagi. 
9. Tersedia gerbong khusus untuk sepeda dan kursi roda lengkap dengan tali pengamannya. Tersedia juga kursi prioritas untuk manula dan ibu hamil di setiap gerbong. Kalau jam sibuk, jangan harap kamu dapet tempat duduk, karena orang Korea lebih suka duduk sambil mantengin hp atau sambil pacaran, selain itu banyak juga lansia yang berkelana naik metro. Dahulukan lansia untuk duduk.
10. Pastikan menjaga adab dan etika di dalam kereta. Jangan menghalangi orang lain, terutama kalau kamu duduk di dekat pintu, kaki dan barang bawaan harus dikondisikan, jangan sampai menghalangi orang lain. Jangan memotret orang lain tanpa izin, karena mengganggu privasi mereka dan bisa diperkarakan ke polisi.
11. Tidak ada larangan makan dan minum dalam kereta. Tapi di beberapa kereta ada. Pastikan makanan dan minumanmu tidak kecer dan tumpah, serta tidak buang sampah sembarangan.
12. Di setiap stasiun ada fasilitas toilet. Ada juga convenience store, lost and found jika kamu kehilangan atau menemukan barang, mesin penjual minuman, kios koran, warung makanan, bahkan toko kosmetik.


Share:

9 komentar

  1. Sekarang jadi lebih dimudahkan ya kalau ada aplikasi :D


    asysyifaahs.blogspot.com

    ReplyDelete
  2. Ini sama banget mbak kaya aku waktu ke Jepang download aplikasi transportasi dulu sebelum berangkat haha. Waktu di Korea sayangnya aku pake travel agent, kayaknya kalo lihat dari pengalaman mak, seruan backpackeran ya...

    Semoga bisa ke Korea lagi yang lama dan backpackeran kayak mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai mbak Andi,
      Saya malah belum pernah pake travel agent. Sepertinya kapan-kapan perlu dicoba buat membandingkan. hehehe
      Tapi pastinya setiap perjalanan selalu punya cerita seru, kan :)

      Delete
  3. semoga Indonesia bisa mengikuti yaaa. supaya masyarakat lebih senang menggunakan transportasi umum...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepertinya perlu usaha yang sangat keras dari pemerintah buat memperbaiki sistem transportasi umumnya, dan perlu waktu lama buat merubah tabiat masyarakat Indonesia tentang bagaimana menggunakan transportasi umum.

      #simbokberangkatsekolahjurusantransportasi

      Delete
  4. ada ya jalur untuk yang tergesa-gesa? Hebat. artinya, mereka sudah paham betul aturan-aturan tentang menghargai orang lain dan pembagian jalur yang aman dan tidak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, mbak Ria
      di eskalator ataupun travelator kalau kita diem harus di sebelah kanan. sebelah kiri hanya untuk yang berjalan/menyalip (biasanya buat yang lagi buru-buru).

      masing-masing negara punya kebiasaan yang berbeda, ada yang sebelah kiri untuk berdiri (seperti di Singapura), ada yang sebelah kanan (seperti di Korea, Hong Kong).

      di Indonesia belum bisa seperti itu, kita masih terbiasa bergerombol di kanan dan kiri atau penuh se-eskalator, sehingga menghalangi orang yang mau lewat.

      Delete

Silahkan tinggalkan komentar :)

NO SPAM! NO SARA!