Pengalaman Menegangkan Berkunjung ke Masjid Ibrahimi [Palestina]

by - 23 November

pengalaman menegangkan berkunjung ke masjid ibrahimi hebron palestina

Ini cerita pengalaman saya yang menegangkan ketika berkunjung ke Masjid Ibrahimi di Kota Al Khalil Palestina dalam rangkaian perjalanan umrah dengan lanjutan ke Aqsha.
Tulisan kali ini agak panjang ya, semoga kalian nggak bosen bacanya.


Masjid Ibrahimi atau Al-Haram Al-Ibrahimi terletak di pusat kota tua Al Khalil Ar Rahman dalam bahasa Arab atau disebut juga Hebron dalam bahasa Ibrani. 

Masjid ini dibangun di atas sebuah gua sedalam 17 meter dari permukaan tanah yang di bawahnya dipercaya sebagai maqam keluarga Nabi Ibrahim عليه السلام. Oleh karena itu, Masjid Ibrahimi merupakan situs penting ke-2 di Palestina setelah Masjid Al-Aqsha. 
Masjid bersejarah ini juga dipakai sebagai lambang resmi Kota Al Khalil dan UNESCO menetapkannya sebagai Situs Warisan Dunia milik Palestina meskipun kenyataannya dirampas oleh Israel lanatullah. Kemudian organisasi pendidikan, ilmu pengetahuan dan kebudayaan PBB dalam sebuah pemungutan suara menyatakan bahwa kota tua Al Khalil merupakan situs yang terancam punah oleh kebiadaban israel.

Masjid Ibrahimi terdiri dari sebuah bangunan besar yang memiliki panjang 60 meter dan lebar 34 meter. Di dalamnya terdiri dari ruangan-ruangan luas semacam aula dengan fungsi dan penamaan yang berbeda pada masing-masingnya. Jadi bukan masjid yang dalamnya oblong seperti masjid-masjid di Indonesia.

Bangunan masjid ini dikelilingi oleh tembok besar yang disusun dari batu segede gaban dengan tinggi 16 meter dan tebal 2,68 meter. Terdapat 2 menara masjid berbentuk persegi di barat laut dan tenggara, yang tingginya 15 meter. Untuk memasuki bangunan masjid, ada 3 pintu masuk yang semuanya melalui titian anak tangga.

Baca juga: Berkunjung ke Kota Jericho dan Maqam Nabi Musa

Di masjid ini pernah terjadi peristiwa berdarah yang memilukan pada 25 Februari 1994, dimana warga Palestina yang sedang shalat subuh berjamaah dibantai secara brutal dengan cara ditembaki memakai senapan mesin oleh ekstrimis yahudi yang juga seorang dokter kelahiran Amerika, Baruch Goldstein yang bersekongkol dengan pasukan pendudukan israel dan pemukim yahudi ilegal Kota Kiryat Arba.
Ketika berlangsung genosida, militer Israel menutup pintu masjid untuk mencegah jamaah keluar menyelamatkan diri serta melarang warga Palestina di luar masjid masuk untuk menyelamatkan korban. 

Warga yang membantu mengangkat jenazah korban, yang membantu korban di luar rumah sakit, bahkan di pemakaman saat menguburkan jenazah korban ikut juga ditembaki. Akbatnya, sekitar 150 orang terluka, 50 warga Palestina menemui ajal mereka dalam pembantaian (jumlah korban tercatat berbeda-beda karena saat itu di Al Khalil sedang diberlakukan perintah berkurung dan kekurangan cadangan darah, sehingga bayak korban susulan). 29 orang diantaranya gugur di dalam Masjid Ibrahimi. 
Ngeri yes, bro!

Setelah peristiwa itu, Israel menutup masjid dan memutuskan untuk membagi teritorial masjid menjadi 2 bagian, 60% bagian yahudi (dipakai sebagai sinagoge) dan sisanya 40% bagian Muslim. 

Curangnya lagi, ummat muslim tidak boleh memasuki bagian yahudi kecuali hari besar tertentu, seperti  Isra' Mi'raj, sedangkan yahudi boleh masuk ke semua bagian masjid semaunya, dan akan memblokir keseluruhan masjid termasuk melarang kumandang adzan pada saat hari suci yahudi. 
Mereka benar-benar membatasi dan mempersulit akses warga muslim Palestina masuk ke masjid, bahkan mereka menentukan boleh tidaknya mengumandangkan adzan, dan akan segera mengusir warga Palestina jika berlama-lama di dalam masjid.
Pada saat-saat tertentu bahkan mereka menodai kesucian masjid dengan memasukkan rombongan peziarah yahudi ke dalam masjid tanpa melepas alas kaki dan menutup aurat. Pada hari tertentu mereka juga berpesta pora dan menari-nari di masjid. Tercatat ada ratusan pelanggaran yang dilakukan oleh yahudi setiap bulannya. Semua ini sangat menyakiti hati kaum Muslim Palestina dan dunia.
denah pembagian masjid ibrahimi di hebron palestina
denah pembagian Masjid Ibrahimi. warna abu tua bagian Muslim, abu muda bagian yahudi [foto: google]
Buntut dari peristiwa genosida tersebut israel juga memasang segambreng kamera pengintai, pintu-pintu jeruji besi, pintu elektronik lengkap dengan X-ray, pos pemeriksaan, serta serdadu bersenjata yang berkeliaran di setiap sudut jalanan menuju masjid dan di halaman masjid bahkan di atap-atap bangunan.
Selain itu, pemukim ilegal yahudi di Kota Al Khalil menjadi semakin banyak. Mereka menghancurkan perekonomian Al Khalil serta mengendalikan berbagai situs dan fasilitas umum dengan dalih untuk melindungi para pemukim ilegal yahudi yang tentu saja membuat warga Palestina menjadi semakin menderita. Bahkan sampai hari ini masih sering terjadi penembakan terhadap warga Palestina di Kota Al Khalil.

tentara israel di jalanan kota hebron
tentara israel yang berkeliaran di jalanan Kota Al Khalil [foto: google]
Pagi itu saya dan rombongan berangkat dari Baitul Maqdis menuju Masjid Ibrahimi di Kota Al Khalil Ar Rahman. Waktu tempuh sekitar satu jam perjalanan naik bus. 
Untuk menuju masjid, bus akan berhenti di pengkolan jalan. Perjalanan selanjutnya ditempuh dengan berjalan kaki melewati gang yang berupa lorong-lorong tua dengan pemandangan dinding rumah batu khas Palestina. Tentara israel bersenjata pun terlihat berceceran di jalan dan berjaga-jaga di atap-atap bangunan.
pintu pemeriksaan masjid ibrahimi hebron palestina
antre di pintu pemeriksaan pertama menuju halaman Masjid Ibrahimi
Sampai tibalah kami di ujung lorong sekaligus pintu pertama menuju halaman luar masjid. Pintu ini berupa jeruji besi tinggi yang bisa berputar secara otomatis. Kita harus mengantre untuk melewatinya, karena masuknya harus seorang-seorang. Ada lampu penandanya di atas pintu. Kalau warna hijau berarti boleh lewat, kalau merah berarti kita belum boleh lewat. Pokoknya kudu sabar mengantre.
Setelah pintu pertama terlalui, saatnya ketemu pos pemeriksaan paspor. Macam di imigrasi, di pos ini kami harus menunjukkan paspor ke tentara israel yang sedang berjaga di loket. Nggak diapa-apain sih, petugas cuma liat doang, bahkan kalau tampang adem ayem macam saya, cukup mengacungkan paspor saja sudah cukup. Petugas nggak buka-buka paspor saya. Tapi buat yang tampangnya mencurigakan, petugas akan meneliti paspor dan mengecek kartu permit stay untuk memastikan boleh lewat atau tertahan.
Setelah lolos dari pos pemeriksaan, sampailah kami di halaman luar Masjid Ibrahimi. Masih di luar pager masjid loh ini. Perjalanan masih panjang, bro.
Di sini saya ngaplo-ngaplo sebentar sambil mengamati betapa banyaknya kamera pengawas yang dipasang di sekitar masjid, sambil menunggu teman-teman rombongan yang masih belum selesai mengantre di pintu dan di pos pemeriksaan, ditambah lagi kami harus menunggu guide yang wajib menjalani pemeriksaan tentara israel karena setiap orang Palestina yang masuk ke kawasan ini harus diperiksa dengan seksama dan memakan waktu lebih lama dibanding turis seperti kami.

Nah, selama kami menunggu di halaman luar pagar masjid, beberapa tentara israel bersenjata hilir mudik di sekitar kami. Yang menegangkan lagi, ada drone yang muter-muter di atas kami. Rasanya macam penjahat yang lagi diintai dan dikepung polisi dari berbagai penjuru.

Setelah semua beres, kami melanjutkan petualangan dengan melewati pintu selanjutnya, yaitu pemeriksaan Walk Through Metal Detector (WTMD) macam di bandara termasuk pemeriksaan barang di mesin x-ray sampai akhirnya tiba di halaman dalam pagar masjid.

Sebelum memasuki masjid, kami diberi kesempatan untuk berwudhu (bagi yang belum punya wudhu) di tempat wudhu yang terpisah dari bangunan masjid. Tempat wudhunya gede dengan banyak keran, ada kamar mandinya juga. Ada seorang ibu warga Palestina yang bertugas menjaga dan membersihkan tempat wudhu. Beliau ramah sekali menyapa kami dan terlihat sangat bahagia bertemu dengan kami, saudara seiman dari negeri yang jauh.

Pas keluar dari tempat wudhu, baru nyadar kalo di atap bangunan sebelah ada beberapa tentara bersenjata lagi berjaga. Duh, kok ya tentara ini ting tlecek dimana-mana sampe di atap-atap segala. opo yo gak kepanasen, jal. 


Baca juga: Pengalaman Melintas Batas Yordania - Palestina via Allenby Bridge

Oke, kita lupakan tentara, sekarang saatnya masuk ke bangunan masjid. Kami masuk dari pintu sisi Selatan. 

Sesaat setelah memasuki pintu, di foyer (entrance hallterlihat jubah-jubah yang cementel dan keranjang-keranjang tempat jubah setelah dipakai. Jubah-jubah itu semestinya wajib dipakai ketika memasuki masjid oleh pengunjung beragama Kristen dan Yahudi yang tidak menutup aurat.
Selanjutnya kami menuju sebuah selasar. Di sepanjang selasar ada rak-rak tempat menyimpan alas kaki yang wajib dilepas sebelum memasuki ruangan lain yang menjadi tempat shalat.
Sebelah kiri selasar ada aula besar yang disebut Musholla Al Jauliyah, yang pada masa kini dipakai untuk shalat jamaah wanita.

Dari selasar kami belok kanan masuk ke ruangan utama dalam Masjid Ibrahimi yang diberi nama Masjid Al Ishaqiyah. Ruangan ini berfungsi sebagai tempat shalat utama. Terdapat  mihrab, mimbar Salahuddi Al Ayyubi, balkon, maqam Nabi Ishaq 
عليه السلام dan maqam istrinya, Sayyidah Rifqa
Oiya, yang dimaksud maqam di sini hanyalah sebuah penanda saja, karena maqam aslinya dipercaya berada di gua bawah masjid. 
Di ruangan ini pula dua pintu menuju Al Ghar Al Sharif (gua tempat makam para nabi) berada, namun saat ini kedua pintu tersebut ditutup oleh pihak israel.
mihrab salahuddin al ayyubi di masjid ibrahimi hebron palestina
mihrab Masjid Al Ishaqiyah dan mimbar Salahuddin Al-Ayyubi
Selanjutnya kami memasuki ruangan yang sedikit lebih kecil yang diberi nama Musholla Al Malikiyah. Tempat shalat ini dulunya khusus digunakan untuk shalat jamaah wanita.
Di dalam Musholla Al Malikiyah sebelah kanan pintu masuk terdapat Maqam dan batu yang dipercaya sebagai bekas jejak kaki Nabi Ibrahim عليه السلام. 
mihrab Mushlolla Al Malikiyah
mihrab Mushlolla Al Malikiyah
Karena saya datang ke Masjid Ibrahimi pada saat libur hari besar Isra' Mi'raj, jadi pengunjung masjid ini lagi rame-ramenya. Banyak grup lain yang datang, kebanyakan dari Turki. 
Selain itu, kami juga bisa melihat bagian masjid yang diokupasi Yahudi dan dibuat sebagai sinagoge, yang pada hari biasa tertutup untuk pengunjung non Yahudi.
Ruangan bagian Yahudi ini disebut Musholla Al Ya'qubiyah. Di sini terdapat maqam Sayyidah Sarah (istri Nabi Ibrahim عليه السلام), Nabi Ya'qub عليه السلام dan istrinya Sayyidah Li'ah/Liqa/atau orang Yahudi manggilnya Lea (meskipun namanya banyak tapi orangnya sama, dia-dia juga). 
Selain itu ada juga maqam Nabi Yusuf عليه السلام meskipun di Nablus ada juga maqam beliau. Tapi sekali lagi, maqam di sini hanyalah sebuah penanda/memorial saja. Jasadnya para nabi terkubur dimana والله أعلمُ بالـصـواب. Hanya makam Rasulullah Muhammad ﷺ saja yang jasadnya yakin-sure-pasti dimakamkan di Masjid Nabawi Madinah.

sinagoge di dalam masjid ibrahimi hebron palestina
salah satu sudut sinagoge di dalam bangunan Masjid Ibrahimi
Setelah keliling ke semua penjuru masjid dan shalat sunnah, dengan berat hati kami akhirnya meninggalkan masjid suci nan bersejarah ini. Kami keluar melalui pintu yang sama di sisi Selatan, dan menuju pintu jeruji besi otomatis yang terletak di samping bangunan tempat wudhu (berbeda dengan pintu besi ketika masuk).
Kami kembali melewati gang-gang dan rumah-rumah warga Palestina yang terlihat sepi dan kusam. Ada yang menjual roti hangat dan minuman di depan rumah, dan banyak anak-anak yang mengerubungi kami dengan menawarkan berbagai barang dagangan berupa souvenir khas Palestina.
Hati saya terasa pilu bagai teriris sembilu melihat perjuangan anak-anak dan remaja-remaja Palestina yang hidup dengan berbagai kesulitan tapi hebatnya mereka tidak mengemis. Mereka tetap ceria dan semangat berjualan meski orang tua mereka setengah mati bertahan di tanah para nabi agar tidak jatuh ke tangan penjajah meski hidupnya dalam kemiskinan dan penuh tekanan.

Dari sini saya bisa melihat bahwa Palestina sungguh tidak sedang baik-baik saja.


Baca Juga: Pengalaman Menginap di Hotel Orang Yahudi



TIPS:
  1. Sebelum berangkat mengunjungi Kota Al Khalil, tour leader dan guide akan mengingatkan kalian untuk membawa paspor dan kartu stay permit (kartu pengganti stempel paspor yang  didapat dari loket imigrasi ketika kalian masuk Palestina). Jangan lupa cek kembali barang bawaan kalian dan pastikan kalian sudah membawa paspor beserta kartu stay permitnya. Jangan sampai kecer.
  2. Tetap tenang ketika melihat tentara-tentara israel di jalanan. Jangan berbuat yang memancing perhatian apalagi memancing keributan.
  3. Berbarislah yang rapi dan tetap tenang ketika mengantre di pintu elektronik, pos pemeriksaan paspor, serta di pemeriksaan Walk Through Metal Detector dan X-ray untuk barang. Ikuti aba-aba dari guide kalian, jangan asyik ngobrol sendiri apalagi foto-foto heboh ala Syahrini.
  4. Jangan mengambil foto saat kalian berada di pos pemeriksaan, apalagi memfoto tentara israel bersenjata yang lagi berjaga meski mereka banyak yang cakep-cakep ngalahin artis Korea.
  5. Ambillah wudhu sebelum memasuki masjid. Tempat wudhu ada di luar masjid sebelah kiri. Biasanya guide akan memberi kesempatan berwudhu dengan batasan waktu tertentu. Silakan berwudhu dan segeralah berkumpul kembali di titik yang sudah ditentukan oleh guide. Lebih bagus lagi sih kalau kalian sudah punya wudhu dari hotel sebelum berangkat.
  6. Lakukan shalat di dalam masjid serta foto-foto setelah ada instruksi 'waktu bebas' dari guide yang menemani kalian. Karena biasanya setelah memasuki masjid, guide akan mengajak kalian berkeliling dulu sambil memberikan penjelasan penting di setiap bagian masjid. Setelah penjelasan selesai baru kalian diberi waktu bebas.
  7. Hargailah ketika guide sedang berbicara. Dengarkan penjelasan guide dengan seksama dan patuhi semua instruksi serta petunjuknya. 
  8. Berusahalah untuk selalu tepat waktu sesuai waktu yang sudah diberikan oleh guide. Karena kengaretan kalian tentunya akan mempengaruhi mood orang serombongan dan jadwal di tujuan selanjutnya jadi meleset. 
  9. Jangan segan untuk mengingatkan kawan serombongan kalian yang 'ndlenger' supaya kondisi tetap nyaman dan kondusif.
  10. Bawalah uang USD pecahan dan jangan lupa pasang niat untuk bersedekah. Bagikan ke warga Palestina yang menjadi penjaga tempat wudhu, masukkan ke kotak amal masjid, dan belilah roti atau sovenir jualan warga Al Khalil Palestina. Memang sih, harga sovenirnya menjadi mahal karena kurs rupiah kita keok dihantam USD. Tapi dengan kalian belanja dari warga Palestina, akan memberikan sedikit kekuatan ekonomi pada mereka yang sedang terjajah dan insyaAllah menjadi tabungan pahala kita di akhirat nanti.
  11. Bawa makanan kecil seperti permen, coklat, wafer, atau chiki-chikian dari Indonesia, bagikan untuk anak-anak kecil yang banyak beredar di Al Khalil. Buatlah mereka bahagia sesaat di tengah kejamnya penjajahan yang mereka alami sehari-hari.

masjid ibrahimi kota al khalil hebron palestina

You May Also Like

16 komentar

  1. Saya bacanya ikutan ngilu mbak.. apalagi bagian sejarah ketika mereka dibantai saat sedang melakukan ibadah. Lebih ngilu lagi, anak-anak jaman sekarangpun masih harus tetap berjuang untuk hidupnya.. 😭😭😭😭 . Malu rasanya kalo sering ngeluh cuma gara-gara hal sepele.

    ReplyDelete
  2. Ya Allah pengen ke Palestina tapi takut. Nangis terus kayaknya kalau udah di sana dan pasrah aja deh sama nyawa kalau di sana, jadi inget film ayat2 cinta 2 hehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. nggak seserem yang di film, mbak. aman kok, insyaAllah.
      lagipula kunjungan turis kan nggak di daerah yang lagi perang.
      niat kita kan mau ibadah, insyaAllah dapet pahalanya.

      Delete
  3. aku tuh bawaannya pengen mewek tiap baca baca cerita tentang palestina hehe.. sebegitu pengennya ke sana hehe semoga kesampaian. Btw dari yang aku bca-baca cerita pengalaman tiap orang yang ke palestina katanya gitu ya, ga bisa foto foto heboh apalagi di sekitar pos pemeriksaaan..

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga disegerakan bisa ke Palestina ya mbak Rizka....
      kita memang dilarang memotret di pos penjagaan tentara israel, mbak. mereka juga pasang cctv di sekitarnya.
      ngeripun lah, mereka kan berjaga sambil nenteng senjata. salah-salah entar kita di dor kan jadi nggak lucu. hehehe

      Delete
  4. kak ini tadi aku baca ada lembar stay permit untuk pengganti stempel paspor, berarti di paspor kita nggak dapat stempel paspor Palestina ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul, mbak Fika.
      yang punya otoritas imigrasi termasuk menstempel paspor itu israel (Palestina kehilangan hak karena dijajah israel).
      berhubung stempel israel itu agak-agak 'najis' buat mejeng di paspor kita, maka pihak israel mengganti stempel dengan kartu stay permit.
      kenapa 'najis' sebab kalau di paspor kita ada stempel israel, kita bakalan susah atau bahkan tidak bisa masuk ke negara-negara yang menentang penjajahan israel terhadap Palestina, terutama negara-negara muslim seperti Malaysia, Brunei Darussalam, dll.

      Delete
  5. Sedih banget bacanya :(.kota ini sbnrnya pgn aku datangin, kalo bisa barengan ama umroh. Tp krn keterbatasan cuti, umroh yg skr ini sdg aku jalanin, jdnya ga bisa kemana2. Umroh thok. Padahal kalo ada waktu, pgn juga bisa melihat al aqso, dan palestina. Insya allah kalo bisa umroh lg, aku sekalian cari paket yg mengunjungi 2 tempat bersejarah ini :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga nanti punya cuti lebih banyak, mbak. biar bisa umroh lanjut ke aqsha. aamiin...

      Delete
  6. Sy suka tips no 10 dan 11, cara sederhana membantu mereka di sana.
    Memang ini satu bangsa, paling aneh sndiri. Entahlah, mungkin beginilah sifat manusia, ketika merasa diri besar, selalu berusaha memaksakan kehendak lainnya, dan sifat memakan kelompok lainnya yg lbh kcil. Sifat yg dri dl ada, sjk jamannya nabi2, sejarah awalnya y mrk dluan, jd wjr mrk berusaha paling bnr. Kenapa nabi dtg di sana, demi memperbaiki sifat2 mrk, yg sampai saat ini tdk bs berubah

    ReplyDelete
  7. Saya sedih saat membacanya. Dan baru saya ketahui kalau Masjid Ibrahim ternyata ada di Palestina juga dari blog ini. Setahu saya Masjidil Aqso saja. Bahkan sejarahnya sungguh mengerikan dan menyayat hati. Sebenarnya saya berharap kalau Israel akan segera pergi dari Palestina meski tidak tahu kapan terjadi. Miris mendengarnya semoga mereka para warga di sekitar masjid Ibrahim memiliki ketabahan dan kesabaran saat menjalaninya. :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah kalau tulisan ini bisa bermanfaat.
      InsyaAllah suatu hari nanti Palestina akan bebas sebagai kemenangan Islam.

      Delete
  8. saya sedih mbak bacanya semoga para warga sekitar masjid ibrahim di palestina diberikan ketabahan dan kesabaran menghadapi mereka para yahudi. Semoga mereka para yahudi lekas pergi dari palestina.

    ReplyDelete
  9. Ya Allah, baru baca aja udah bisa ngerasain derita mereka di sana, Dzalim seklai mereka terhadap warga Palestia... kemanusian yahudi emang tipis sepertinya.. semoga dengan langkah menuliskan kisah di Palestina di blog ini bisa semakin menyebarkan informasi tentang keadaan di sana dan kekuatan lebih besar lagi suatu saat akan membebaskan Palestina dari penjajahan Israel yg keji (saya emosional kali ya setelah baca ini) ✌

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya nulisnya juga sambil nangis, mbak. soalnya keinget pas di sana.
      insyaAllah nanti Palestina akan dibebaskan sesuai janji Allah tentang kemenangan Islam :)

      Delete

Silahkan tinggalkan komentar :)