Pengalaman Melintas batas Yordania - Palestina via Allenby Bridge [Palestina]

by - Friday, April 27, 2018

Pengalaman Melintas batas Yordania - Palestina via Allenby Bridge
Allenby Bridge (sisi Palestina) konon kabarnya adalah salah satu perbatasan yang paling menegangkan dan paling mendebarkan di dunia.


Allenby Bridge atau nama lainnya King Hussein Bridge adalah pos lintas batas antara negara Yordania dan Palestina. Untuk sisi Yordania sih seperti pos lintas batas negara pada umumnya, biasa aja. Tapi yang sisi Palestina ini yang kabarnya horror banget ngalahin film The Conjuring. 

Demi kelancaran proses di perbatasan nanti, sepanjang jalan menuju lokasi perbatasan guide dan tour leader kami sudah mewanti-wanti berulang kali agar paspor dan visa selalu kita pegang (jangan sampai kececer atau hilang) dan jangan ada yang memotret apalagi mem-video baik dengan handphone maupun dengan kamera di sepanjang pos lintas batas sampai nanti keluar dari pos pemeriksaan terakhir. Karena memang ada larangan memotret.  Kamera pengawas dan tentara bersenjata Israel pun betebaran dimana-mana siap untuk mengintai gerak-gerik kita. Jangan sampai karena ulah iseng satu orang membawa petaka buat serombongan.

Lolos dari pos lintas batas Yordania, saatnya menuju pos lintas batas Palestina yang sekarang diduduki oleh Israel laknatullah. 
Setelah melewati jembatan, bus melaju ke gerbang pemeriksaan lapis pertama. Pemandangan kanan-kiri jalan sangat gersang dan penuh dengan tanda "awas ranjau darat aktif". Serem kan?!

Pagi itu antrian kendaraan lumayan sepi sehingga bus bisa langsung masuk di gerbang pemeriksaan pertama.
Pemeriksaan pertama adalah pemeriksaan untuk bus yang kami tumpangi. Supir juga akan melaporkan jumlah penumpang di dalam bus serta dari negara mana rombongan berasal. Sedangkan bus diperiksa mirip kalau mau masuk ke lobby mall atau lobby hotel berbintang. Yang memeriksa bukan satpam atau srikiti melainkan tentara bersenjata Israel. Banyak mbak-mbak cantik juga yang jadi tentara, panas-panas meriksain kendaraan. Maklum, Israel adalah satu-satunya yang mewajibkan wanita ikut wajib militer.
Kalau lagi iseng, tentara itu suka ada yang masuk ke bus, ngitungin penumpang, beneran sejumlah yang dilaporkan supir atau tidak. Kadang juga ngecek penumpangnya pada bawa paspor atau tidak.
Alhamdulillah pemeriksaan pertama lancar jaya. Tentara Israel lagi anteng-anteng nggak ada yang iseng. Jadi kurang dari 10 menit udah lolos dari pemeriksaan.

Selanjutnya, sampailah kami di gedung imigrasi. Semua penumpang beserta barang bawaan turun. Bus akan kembali ke Yordania dan kami nanti akan berganti bus Palestina setelah pemeriksaan usai dan keluar dari gedung imigrasi.

Di dalam gedung imigrasi alhamdulillah sepi antrian. Hanya ada rombongan kami dan rombongan orang Palestina yang baru pulang umroh, serta beberapa orang Israel yang mau pulang kandang. 
Nggak seperti di gedung imigrasi negara pada umumnya yang cuma ada loket passport control (loket petugas yang tukang ngecap paspor), di gedung ini akan ada pemeriksaan yang berlapis sampai bisa keluar dari gedung imigrasi.

Pemeriksaan kedua (menyambung setelah pemeriksaan bus tadi) antrian loket cek paspor dan barang bawaan kita.
Di loket ini cover paspor kita akan ditempeli stiker kuning yang diurek-urek dan barang bawaan kami diangkut porter untuk dimasukkan ke X-ray khusus barang.
Kalau lagi iseng, petugas loket ini suka tanya-tanya juga. Pertanyaan yang biasanya iseng ditanyain: bisa bahasa Inggris? last name? 
Paling amannya adalah pura-pura bego nggak ngerti bahasa Inggris. Biar cepet.
Pengalaman Melintas batas Yordania - Palestina via Allenby Bridge
sticker kuning yang diurek-urek
Pemeriksaan ketiga adalah Walk Through Metal Detector (WTMD). Seperti WTMD biasa di bandara ketika masuk ke boarding room, tapi petugasnya sangat teliti. Bunyi dikit aja disuruh ngulang, kalo masih bunyi juga bakalan digiring ke ruang pemeriksaan untuk diperiksa lebih lanjut. Ada satu ibu-ibu dari rombongan kami yang kena giring ke ruang pemeriksaan gara-gara sensor detectornya bunyi melulu. Rupanya si ibu punya gigi platina. hahhaha

Pemeriksaan keempat adalah loket dimana kita harus menunjukkan paspor. Agak nggak jelas juga ini loket fungsinya apa. Tapi di sinilah saya dan 3 orang dari rombongan kena random check. Saya sih santai aja, karena udah punya pengalaman kena random check di Hong Kong, tapi 3 orang lainnya pucet pasi karena bingung bakalan diapain.
Paspor kami ditahan, dan kami dianggurin sampai akhirnya petugas manggil nama saya. Petugas bertanya, "Can you speak English?
Tour Leader saya langsung nyamperin dan jawab ke mbak petugas: "Kamu ngomong saya saya aja". Saya cengar cengir bae.
Rupanya ini adalah random check barang bawaan. Mereka ngecek apakah benar barang bawaan saya adalah memang benar milik saya ataukah barang selundupan.
Petugas cuma nanya, "Barang bawaanmu yang mana?". Saya nunjuk ke ransel yang saya gendong. Saya diminta menunggu sementara petugas sibuk mengambil sample sidik jari dari paspor saya dan kemudian dicocokkan dengan sample sidik jari yang ada di ransel saya. Setelah dinyatakan cocok akhirnya saya pun boleh menuju pemeriksaan selanjutnya.

Di pemeriksaan kelima inilah sesungguhnya loket passport control berada. Berbeda dari negara lainnya, di sini paspor kita tidak akan dicap melainkan kita akan diberi sebuah kartu stay permit berwarna biru sebagai pengganti stempel di paspor. Kartu ini tidak boleh hilang sampai kita keluar dari negara Palestina/Israel.
Oia, biasanya petugas di loket ini juga suka iseng bertanya tentang hal-hal yang wajar (seperti: tujuan datang, menginap di mana, pulang kapan, dsb) sampai pertanyaan yang ajaib (semacam: siapa nama kakek, apa isi tas kamu, dsb). Alhamdulillah petugas yang saya hadapi sedang pendiam, jadi nggak ada pertanyaan apapun.
Setelah lolos dari loket ini, bukan berarti pemeriksaan selesai ya.....
kartu permit israel
Kartu stay permit & exit permit sebagai pengganti stempel imigrasi di paspor

Masih ada pemeriksaan lagi, sodara-sodara......  #lelah

Pemeriksaan keenam, loket buat ngecek paspor dan kartu stay permit kita. Di loket ini bisa saya lewati dengan mudah, dan petugas loketnya mengucapkan: Indonesia? Selamat Pagi!
Setelah itu barulah kita bisa keluar dari gedung imigrasi dan menghirup udara Palestina.

Kami sudah dijemput bus dan tour guide dari Palestina. Setelah semua rombongan masuk bus, rupanya tour leader kami kena random check, ditahan kagak keluar-keluar. Lima tahun 30 menit kemudian tour leader kami dibebaskan juga. Alhamdulillah akhirnya kami bisa melanjutkan perjalanan.

Sebelum melaju ke kota Jericho, ada gerbang pemeriksaan terakhir (ketujuh) saat keluar dari Allenby Bridge, yaitu pemeriksaan dimana supir akan melaporkan jumlah penumpang dan dari negara mana rombongan berasal.
Setelah lolos baru deh bisa bernapas lega dan bisa bebas foto-foto lagi.

TIPS:
1. Bawalah barang seperlunya saja untuk masuk ke Palestina/Israel. Jangan membawa tas terlalu besar dan barang bawaan yang terlalu banyak.
2. Berpura-pura tidak bisa bahasa Inggris selama di pos pemeriksaan lintas batas & imigrasi akan mempercepat proses pemeriksaan. Karena kalau mereka tahu kita bisa berbahasa Inggris biasanya akan ditanya-tanya lebih banyak, dari pertanyaan penting sampai pertanyaan yang tidak penting. 
3. Selalu membawa paspor, visa, dan kartu stay permit selama di Palestina/Israel. Jangan sampai tercecer satu pun. Sebab sewaktu-waktu tentara Israel bisa merazia kita dimanapun kita berada, terutama di check point keluar masuk Kota Yerusalem, pos-pos penjagaan di beberapa tempat, seperti di gerbang kompleks Al-Aqso di Kota Yerusalem dan gerbang menuju masjid Al-Ibrahimi di Kota Hebron.
4. Dilarang memotret di sepanjang pos lintas batas, check point di beberapa tempat, dan di dalam gedung imigrasi.
5. Biasanya dalam satu rombongan pasti ada yang terkena random check. Tetap tenang jika kita yang terkena random check. Ikuti saja semua prosesnya.
6. Jangan membawa barang-barang yang mencurigakan, yang berhubungan dengan pertikaian kedua negara (Palestina dan Israel), dan yang berhubungan dengan keberpihakan kita terhadap Palestina.
7. Log Out atau hide sementara sosial media kita sewaktu kita memasuki pos lintas batas dan imigrasi. Karena terkadang tentara Israel iseng membuka hp kita dan menyelidiki isi media sosial yang kita pakai.
8. Usahakan badan dalam kondisi sehat. Karena jika kita terlihat sakit (seperti demam, batuk, pilek) akan ada pemeriksaan lagi secara terpisah untuk memastikan penyakitnya tidak membawa virus berbahaya. 
9. Saat membuat visa Israel ada kolom nama ayah dan nama kakek kita. Ingat baik-baik nama ayah dan kakek ya, soalnya kadang mereka nanya dan akan dicocokkan sama data yang masuk ke mereka.
10. Perlu kesabaran ekstra dan banyak-banyaklah berdzikir karena proses imigrasi disini adalah yang paling menjengkelkan di muka bumi. hehhehe
11. Patuhilah peraturan yang ada. Bagaimanapun juga kita sedang berada di negara yang terlibat konflik senjata. Jangan sampai karena ulah iseng satu orang menjadi petaka buat serombongan.



Disclaimer:
Ini catatan perjalanan saya di bulan Maret 2018. 
Kondisi di TKP selalu berbeda seiring dengan kebijakan pemerintah Israel laknatullah yang suka gonta-ganti peraturan seenak udelnya.

Jika kamu punya pengalaman yang lain, silakan share di kolom komentar ya :D


You May Also Like

10 komentar

  1. Ya ampun bener banget ini Mba, aku pun merasakannya hahaha. Demi kertas selembar itu pemeriksaannya setengah mati yaaa hahaha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak Dessy, mereka ketakutan banget sampe segitunya. hihhihi

      Delete
  2. Tahapan pemeriksaannya banyak bener ya mbk. Tp alhamdulillah selesai semua yak. Aku aja pemeriksaan sekali doank klok pas mudik ke bali gt aja rasanya cucok. Btw makasih share pengalamannya ya mbk juga tipsnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banyak dan kalau pas rame bisa melelahkan lahir batin. hehehe

      Delete
  3. Lhah melelahkan juga ya ada 7 lapis pengecekannya hahaha, nice info mba, terbayang pasti panik dan deg-degan kalau aku ikut rombongan

    ReplyDelete
    Replies
    1. dibawa santai aja mbak, yang penting ikuti prosedur dan sabar :)

      Delete
  4. Wuih. Lebih santai dari Korut. Tapi, makin pingin ke Aqsa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Korut lebih serem ya, mbak?
      tapi saya mah nggak kepengen ke korut, maunya balik ke Aqsa lagi aja. hahaha

      Delete
  5. Amu jadi deg-degan bacanya mba.. :) Banyak banget pemeriksaannya ya, sampai tujuh kali.. Surprise jugaaa bacanya petugas di sana ada yang ngucapin selamat pagi.. :D Mungkin udah banyak wisatawan kita yang ke sana ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, mbak...
      banyak peziarah Indonesia ke sana baik yg muslim maupun nasrani. dan Indonesia sangat dekat hubungannya dengan Palestina, salah satu negara yang paling sering memberi bantuan kemanuasiaan untuk Palestina.

      Delete

Silahkan tinggalkan komentar :)