Tahukah Kamu Kalau Bunga Tulip Asalnya Dari Turki?

Tahukah Kamu Kalau Bunga Tulip Asalnya Dari Turki?

Siapa wanita yang tidak suka dengan bunga? Saya...!
Eh
Pada umumnya wanita itu suka buga kan ya? Pasti tahu dong  Tulip?
Kalau dengar kata tulip pasti langsung kepikiran Belanda kan? Banyak orang tahunya tulip itu asli Belanda. Padahal bukan loh.


Tahu nggak sih kalau bunga tulip itu asalnya dari Turki?
Asalnya Bunga Tulip tumbuh liar di wilayah Asia Tengah termasuk di Turki dan kemudian dibudidayakan pertama kali di Anatolia Turki jaman Kesultanan Seljuk sekitar abad 11. bunga tulip kemudian tumbuh di taman-taman istana dan menjadi bunga nasional negara Turki. Istanbul adalah salah satu kota di Turki yang lambang kotanya mengambil dari Bunga Tulip.
www.jagungmanisjalanjalan.com
Hingga hari ini setiap musim semi bunga tulip tumbuh semarak di seantero Turki, terutama di Kota Istanbul. Pemerintah pun mengadakan Festival Bunga Tulip setiap tahunnya. Banyak biro perjalanan dengan tujuan Istanbul Turki menawarkan paket dengan salah satu kegiatannya adalah berkunjung ke taman untuk melihat indahnya bunga tulip, biasanya di bulan April.

Baca juga: Istanbul Travel Guide

Emirgan Korusu atau Taman Emirgan di Istanbul adalah destinasi paling populer untuk melihat berbagai jenis, bentuk, dan warna bunga tulip. Taman umum yang bisa dimasuki gratis ini luas buanget . Nggak hanya ada taman khusus tulip tapi juga ada 120 jenis tanaman, 2 kolam besar dengan air mancur, sungai-sungaian, 3 bangunan pavilyun bersejarah, tempat bermain anak, bangku-bangku taman, jogging track, dll. Taman Emirgan biasanya menjadi tujuan masyarakat Istanbul untuk piknik menikmati suasana musim semi dan musim panas.

www.jagungmanisjalanjalan.com
berbagai jenis, bentuk, dan warna bunga tulip

Selain di Emirgan Korusu kamu juga bisa temukan tulip di Gülhane Korusu atau Taman Gülhane. Taman ini merupakan taman luar dari Istana Topkapı dan bisa diakses dengan gratis. Festival tulip juga diadakan di Sultanahmed Meydani atau Alun-Alun Sultanahmed. Bunga tulip akan ditata menyerupai karpet di alun-alun. Bagus banget. Di taman-taman kecil di berbagai sudut kota juga di pot-pot bunga pembatas jalan juga sering kita jumpai bunga tulip. Pokoknya noleh dikit pasti ketemu tulip.

tulip di Emirgan Korusu

Namun dibalik keindahannya, bunga tulip menyimpan simbol kemunduran.
Saya kutip tulisan tentang bunga tulip dari Ustadz Agung Waspodo:
Dalam sejarah Turki, Periode Tulip dikenal dengan istilah Lâle Devri (لاله دوري).
Sejarawan mengategorikan Era Tulip itu antara 21 Juli 1718 hingga 28 September 1730 yaitu dari Perjanjian Passarowitz yang mempermalukan kekhilafahan Turki Utsmani hingga Pemberontakan Patrona Halil. Periode ini dimulai ketika Turki Utsmani terpaksa melepaskan sebagian Serbia, sedikit wilayah Bosnia, Syrmia, dan Banat kepada Kerajaan Hapsburg setelah kalah perang. Periode ini berakhir dengan pemberontakan Patrona Halil dari Albania bersama 12.000 pasukan elit Janissary yang menaikkan Sultan Mahmud I ke singgasana.

Secara umum masa ini dikenal relatif damai karena tidak munculnya operasi militer yang agresif. Seperti terkena kelelahan atau ketakutan untuk merebut kembali wilayah yang hilang. Mentalitas kaum elit Turki Utsmani bahkan cenderung menjadikan budaya ningrat Eropa sebagai parameter kebangsawanan. Era Tulip dinamakan begitu karena pada masa tersebut ada "kegilaan" memiliki serta merayakan hari di kalangan elit istana dengan bunga yang satu ini. Kegilaan konsumerisme itu yang tercermin dalam peningkatan anggaran belanja serta transaksi tidak rasional untuk bunga Tulip; sebagai simbol elitis.

Singkatnya, Tulip menjadi tolak ukur kebangsawanan serta refleksi budaya materialisme dalam bentuk bunga serta mempertunjukkan kepemilikannya.

Pada masa pemerintahan Sultan Ahmed III, Nevşehir Damat İbrahim Paşa, menantunya yang juga menduduki jabatan sebagai Sadrazam (Perdana Menteri), mempelopori perhatian atas Bunga Tulip. Dia menjadikan bunga Tulip sebagai komoditas perdagangan untuk menaikkan perekonomian. Ada yang membela dengan mengatakan (perdagangan) bunga sekaligus alat soft diplomacy. Apapun itu, selama kurang lebih 12 tahun Turki Utsmani seperti kehilangan vitalitasnya. Anggaran negara yang menipis malah dipakai untuk mengelaborasi arsitektur bangunan terimbas gaya Baroque Eropa.

Bahkan seorang admiral, Mustafa Paşa, yang seharusnya memimpin armada perang malah lebih dikenal karena menemukan 44 spesies Tulip baru.
Ustadz Agung mengingat kita semua bahwa ada simbol kemunduran di balik cantiknya bunga tulip.

Baca juga: Kenapa Harus Istanbul

Buat kamu yang pengen ke Turki lihat bunga tulip, pastikan datang di musim semi bulan April ya...








0 komentar

Silakan tinggalkan komentar, tapi mohon maaf komentar saya moderasi karena banyaknya spam.
Mohon untuk tidak menyertakan link hidup, ya...
thanks,