Salah satu kekhawatiran terbesar jamaah perempuan sebelum berangkat umrah atau haji adalah satu pertanyaan klasik:
"Bagaimana kalau nanti pas di Makkah malah datang haid?"
Pertanyaan ini wajar. Apalagi ada ibadah-ibadah tertentu yang memang mensyaratkan keadaan suci, seperti salat dan tawaf.
Karena itu, banyak calon jamaah mencari informasi tentang obat penunda haid. Tidak sedikit juga yang bertanya merek obat apa yang paling ampuh.
Padahal sebenarnya ada urutan yang sering terbalik.
Banyak orang langsung fokus ke obat, padahal yang pertama seharusnya adalah doa.
Berdoa Sebanyak Mungkin
Jauh-jauh hari sebelum berangkat umrah atau haji, perbanyaklah berdoa.Mintalah kepada Allah agar diberikan kemudahan beribadah dan dijauhkan dari hal-hal yang dapat menghambat pelaksanaan ibadah yang memerlukan keadaan suci.
Berdoalah dengan penuh keyakinan.
Allah Maha Tahu kapan waktu terbaik untuk segala sesuatu.
Bisa jadi Allah memajukan siklus haid kita. Bisa jadi Allah memundurkannya. Bisa jadi Allah mengaturnya sedemikian rupa sehingga tidak bertepatan dengan tawaf umrah, tawaf ifadah, atau tawaf wada'.
Yang penting, jangan pernah meremehkan kekuatan doa.
Kadang kita terlalu sibuk mencari obat yang tepat, tetapi lupa meminta kepada Dzat yang mengatur seluruh tubuh kita.
Baca juga: Kenapa Harus Berangkat Haji Selagi Muda?
Lakukan Ikhtiar yang Benar
Setelah berdoa, lakukan ikhtiar.Coba cek kembali siklus haid kita.
Kira-kira selama perjalanan umrah atau haji nanti apakah ada kemungkinan haid datang?
Jika ada potensi demikian, sebaiknya berkonsultasilah dengan dokter jauh-jauh hari. Idealnya sekitar satu bulan sebelum keberangkatan atau sesuai anjuran dokter.
Ini penting.
Jangan membeli atau meminum obat penunda haid hanya karena rekomendasi teman, saudara, tetangga, atau google.
Tubuh setiap orang berbeda.
Kondisi kesehatan setiap orang juga berbeda.
Merek dan dosis yang cocok untuk satu orang belum tentu cocok untuk orang lain. Bahkan ada juga yang tidak diperbolehkan meminum obat penunda haid karena alasan kesehatan.
Dengan berkonsultasi kepada dokter, kita bisa mendapatkan rekomendasi. Boleh minum atau tidak, obat dan dosis yang sesuai dengan kondisi tubuh kita sehingga lebih aman dan meminimalkan risiko efek samping.
Setelah itu, tetaplah berdoa.
Karena obat hanyalah bentuk ikhtiar.
Yang menentukan hasil akhirnya tetap Allah.
Jangan Berhenti di Obat, Lanjutkan dengan Tawakal
Nah, di sinilah banyak jamaah sering terpeleset.Sudah minum obat, lalu merasa semuanya pasti aman.
Padahal belum tentu.
Ada jamaah yang sudah minum obat sesuai anjuran, tetapi haid tetap datang.
Bahkan ada yang mengalami perdarahan lebih banyak dibanding biasanya.
Karena itu, jangan gantungkan hati kepada obat.
Gantungkan hati kepada Allah.
Obat ada di tangan kita.
Tetapi hasilnya berada di tangan Allah.
Setelah berdoa dan berikhtiar, serahkan semuanya kepada-Nya dengan hati yang ikhlas dan tenang.
Kalau hasilnya sesuai harapan, alhamdulillah.
Kalau ternyata berbeda dengan harapan, tetap alhamdulillah.
Karena Allah pasti lebih mengetahui apa yang terbaik untuk hamba-Nya.
Jika Haid Tetap Datang
Lalu bagaimana jika doa sudah dilakukan, konsultasi dokter sudah dilakukan, obat sudah diminum sesuai anjuran, tetapi haid tetap datang?Jangan panik.
Jangan merasa ibadah umrah atau haji sudah gagal.
Jangan pula sibuk menyalahkan obat.
Yang perlu dilakukan adalah memperbanyak istighfar, memperbanyak doa, dan memperbanyak kepasrahan kepada Allah.
Mohonlah kepada Allah agar diberikan kemudahan menjalankan seluruh rangkaian ibadah.
Tidak sedikit jamaah yang merasakan bahwa ketika mereka benar-benar ikhlas dan pasrah kepada Allah, haidnya berhenti lebih cepat dari biasanya sehingga masih bisa menyelesaikan ibadah yang memerlukan keadaan suci.
Tugas kita adalah berdoa dan berikhtiar.
Hasil akhirnya adalah urusan Allah.
Yang Sering Terlupa
Perlu diingat bahwa saat haid, seorang muslimah tidak bisa melaksanakan salat dan tidak bisa melakukan tawaf sampai suci.
Namun bukan berarti seluruh ibadah berhenti.
Masih banyak pintu ibadah yang terbuka.
Kita masih bisa berdoa.
Kita masih bisa berdzikir.
Kita masih bisa beristighfar.
Kita masih bisa bershalawat.
Kita masih bisa bersedekah.
Kita masih bisa memohon ampunan, memohon keberkahan, dan memperbanyak amal-amal kebaikan lainnya.
Karena itu, jangan sampai kedatangan haid membuat kita merasa kehilangan seluruh kesempatan beribadah.
Kita masih bisa memohon ampunan, memohon keberkahan, dan memperbanyak amal-amal kebaikan lainnya.
Karena itu, jangan sampai kedatangan haid membuat kita merasa kehilangan seluruh kesempatan beribadah.
Rumus Singkat yang Mudah Diingat
Kalau disederhanakan, urutannya hanya tiga:Doa → Ikhtiar → Tawakal.
Bukan:
Obat → Obat → Obat.
Berdoalah karena semuanya bergantung pada Allah.
Berikhtiarlah karena usaha itu penting.
Lalu bertawakallah karena pada akhirnya semua memang berada dalam ketetapan Allah. Itulah bekal terbaik untuk berangkat umrah maupun haji.























