Tips Mencuci Pakaian Saat Haji

Tidak Perlu Ember Lipat, Wastafel pun Bisa Jadi Andalan

Saat mempersiapkan perjalanan ibadah haji, banyak calon jamaah yang sering bertanya:
"Nanti kalau baju kotor, nyucinya bagaimana?"
Tenang. Urusan mencuci pakaian saat haji sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan. Bahkan, Anda tidak perlu membawa ember lipat yang besar dan memakan tempat di koper.

Cukup Bawa Deterjen dan Tas Kresek

Untuk kebutuhan mencuci, perlengkapan yang paling penting justru sangat sederhana:
Deterjen (bubuk, cair, atau lembaran) secukupnya saja, tidak perlu dalam kemasan yang besar dan beberapa lembar tas kresek
Selesai.

Tidak perlu membawa ember dan gayung lipat. Selain menambah berat koper, fungsinya bisa digantikan oleh tas kresek yang jauh lebih ringan dan serbaguna.
Tas kresek bisa digunakan untuk:
  • Menampung pakaian kotor.
  • Membawa pakaian basah setelah dicuci agar air tidak menetes ke mana-mana.
  • Membawa pakaian yang sudah kering dari tempat jemuran ke kamar.
Barang murah yang sering diremehkan ini justru sering menjadi penyelamat selama di Tanah Suci.

Wastafel Jadi Sahabat

Di hotel-hotel Madinah, umumnya tidak tersedia mesin cuci yang bisa digunakan jamaah.
Karena itu, banyak jamaah melakukan "laundry manual versi sederhana" di wastafel kamar mandi. Pakaian dalam, ciput, kaos kaki, saputangan, atau handuk kecil, dan beberapa pakaian ringan lainnya biasanya cukup dicuci di wastafel menggunakan sedikit deterjen. Tidak sulit, tidak memerlukan alat khusus, dan hasilnya sudah cukup untuk kebutuhan harian.
Kalau dipikir-pikir, wastafel yang di rumah hanya dipakai untuk cuci tangan dan sikat gigi, di Tanah Suci bisa naik pangkat menjadi "mesin cuci manual."

Manfaatkan Mesin Cuci Bersama

Berbeda dengan Madinah, di banyak hotel Makkah biasanya tersedia mesin cuci yang dapat digunakan bersama oleh jamaah.
Ini sangat membantu untuk mencuci pakaian yang lebih besar dan berat seperti:
Gamis, baju ihram, celana, dll.
Saat pakaian sudah mulai menumpuk terutama setelah selesai masa puncak haji di Armuzna, mesin cuci bersama bisa menjadi solusi yang jauh lebih praktis dibanding mencuci semuanya dengan tangan di wastafel.

Hati-Hati dengan Barang Kecil

Mesin cuci memang membantu, tetapi ada satu pengalaman yang cukup sering terjadi di kalangan jamaah.
Karena mesin cuci yang tersedia itu kebanyakan adalah bukaan atas dan tutupnya copot entah dimana. Maka dari itu, kaos kaki, ciput, atau pakaian dalam terkadang bisa mencelat dari tabung spinner saat pengeringan, sehingga jamaah dengan antrean berikutnya sering menemukan "benda asing tak bertuan". hehehe
Bahkan ada jamaah yang bercanda, "Kaos kaki berangkat berpasangan, pulangnya udah cerai." 😂

Karena itu, jika ingin mencuci barang-barang kecil bersama pakaian lain, pastikan penataannya rapi di dalam mesin cuci terutama di tabung spinner. Letakkan barang-barang kecil di bagian bawah lalu timbun dengan pakaian yang lebih besar dan buat beratnya seimbang. Tujuannya sederhana: agar mereka tidak terpental saat proses pengeringan, lalu mendadak "menghilang" ke antah berantah.
Meski begitu, untuk mencegah drama kehilangan sebelah kaos kaki atau ciput yang tak pernah ditemukan lagi, barang-barang kecil tersebut lebih aman dicuci di wastafel saja.

Jangan Lupa: Wastafel Itu Milik Bersama

Ada satu hal yang sering luput dari perhatian.
Sebaiknya sejak awal buat kesepakatan bersama dengan teman sekamar bahwa wastafel akan digunakan juga untuk mencuci pakaian.
Tentu dengan satu syarat penting:
Setelah selesai menggunakan, wastafel harus kembali bersih seperti semula.
Jangan meninggalkan busa deterjen, serat kain, atau sisa kotoran lain yang membuat teman sekamar tidak nyaman. Kalau semua jamaah menjaga kebersihan setelah menggunakan wastafel, maka semua orang bisa memanfaatkannya dengan nyaman tanpa ada yang merasa terganggu.
Intinya...
Saat haji, tidak semua masalah harus diselesaikan dengan perlengkapan yang mahal atau canggih.
Untuk urusan mencuci, cukup bawa deterjen dan beberapa tas kresek. Gunakan wastafel untuk cucian ringan sehari-hari, dan manfaatkan mesin cuci bersama untuk pakaian yang lebih besar dan berat.


Yang terpenting, jaga kebersihan dan kenyamanan bersama.
Karena di Tanah Suci, bukan hanya ibadah yang sedang dilatih, tetapi juga kesabaran, kerapian, dan kemampuan hidup berdampingan dengan banyak orang dalam satu tempat, dan kadang-kadang ujian kesabaran itu bisa datang dari... kaos kaki yang tiba-tiba hilang sebelah atau kita menemukan rejeki nomplok "barang rahasia" entah milik siapa hasil "pelarian" dari tabung spinner. 😊

0 komentar

Silakan tinggalkan komentar, tapi mohon maaf komentar saya moderasi karena banyaknya spam.
Mohon untuk tidak menyertakan link hidup, ya...
thanks,