Jangan Takut Umrah

 
Assalamualaikum,
Alhamdulillah sejak pandemi mulai usai ini ibadah umrah udah ramai lagi. Kerajaan Saudi sudah menormalkan kembali seperti sedia kala sebelum pandemi.
Jamaah umrah sudah membludak dari berbagai negara, dan memang jamaah terbanyak datang dari Indonesia dimana jumlah umat muslimnya yang terbesar di dunia.
Banyak orang yang berbondong-bondong berangkat menunaikan ibadah umrah. Datang ke Haramain Asy-Syarifain karena memenuhi undangan Allah, rindu dengan Rasulullah dan tentu saja rindu dengan kakbah.

Namun, masih banyak orang-orang yang sebetulnya mampu tapi tidak mau untuk datang ke Haramain Asy-Syarifain dengan berbagai alasan. Tentu saja alasannya ya mengada-ada, bukan alasan yang syar'i.
Padahal Allah itu mengundang kita semua ke tanah suci apapun keadaan kita. Tinggal kitanya mau datang memenuhi undangan atau tidak. 


Alasan apasaja sih alasan yang sering dilontarkan?

1. Takut karena banyak dosa

Allah sangat tahu kalau kita banyak dosa. Namanya manusia pasti dosanya bukan hanya banyak, tapi banyak banget! 
Kalau Haramain hanya khusus untuk orang yang tidak punya dosa atau yang dosanya sedikit saja, maka tanah suci pastilah sepi sekali nggak ada yang datang ke sana. Justru kita datang untuk umrah itu karena dosa-dosa kita yang banyak banget.
Jadi, jangan pernah takut datang ke Haramain hanya karena banyak dosa. Lha yang datang ke sana juga dosanya pada banyak banget kok. Makanya kita datang ke Haramain Asy-Syarifain untuk berdoa, bertaubat, memohon ampunan, dan mengumpulkan pundi-pundi pahala selama di sana, supaya timbangan amal dan dosanya nggak tekor nantinya.
Kalau nunggu dosa kita sedikit, niscaya nggak akan pernah pergi ke sana. Ingat, manusia itu tempatnya salah dan dosa.

2. Takut akan dibalas semua perbuatan dosanya selama ini

Tenang, bunda-bunda. Kita sekarang masih berada di fase hidup di dunia. Belum sampai di padang mahsyar dan di hari pembalasan. Jadi selama kita di tanah suci akan sama dengan kita di Indonesia. Sama-sama masih di dunia, dimana terkadang Allah memberikan teguran atau balasan langsung atas apa yang kita perbuat, kadang juga tidak/ditunda pembalasannya, baik itu berupa kebaikan ataupun keburukan. 

Adapun kekhususan tanah haram adalah wilayah yang terlarang dari: masuknya orang musyrik, pertumpahan darah/perang, berburu, memotong dan mencabut tanaman, serta mengambil barang temuan.

Lalu kenapa ada saja yang cerita kalau selama di tanah suci mengalami kejadian yang dianggap aneh?
Nah, itu karena kalau di tanah suci pikiran kita menjadi lebih fokus untuk ibadah dan hati menjadi lebih sensitif. Jadi kalau terjadi sesuatu di sana itu langsung kena di hati. Karena kita tidak memikirkan banyak hal-hal duniawi seperti pekerjaan, anak udah makan belum, hari ini masak apa, jemuran udah diangkat apa belum keburu hujan, tetangga sebelah rumah julid banget, hanga telur naik, token listrik udah diisi belum, dll. 
Jadi saat di tanah suci ada kejadian misalnya kita pengen kurma dan kemudian tiba-tiba ada orang yang memberi kita kurma, kita tuh akan merasa sangat terharu dan berasa bahwa Allah sangat sayang sama kita. Begitu juga ketika kita rada 'jahat' sama orang dan kita mendapatkan balasan yang rada 'jahat' juga, kita akan merasa sedang ditegur oleh Allah.
Padahal sebenarnya, selama kita di Indonesia pun demikian pula adanya. Kadang pagi kita kasih orang roti, sorenya kita dapet jajan dari orang. Hanya saja karena dalam keseharian pikiran kita bercabang sangat banyak, sehingga sulit 'menemukan' kasih sayangnya Allah, sulit bersyukur, dll. Biasanya butuh waktu lebih lama untuk menyadari hikmahnya.

Jadi, jangan pernah takut ke tanah suci hanya karena bakalan dibalas segala perbuatan dosa kita. Tidak ya bunda.... Jangan overthinking!
Semua insyaAllah akan sama saja dengan kehidupan kita di Indonesia selama kita tidak melanggar larangan-larangan di tanah haram. 


3. Takut karena nggak bisa Bahasa Arab

Kalau mau umrah sih nggak perlu bisa Bahasa Arab ya, bunda. Bahasa Arabnya buat sholat sama baca Al-Qur'an aja, pasti pada bisa kan 😁
Selebihnya ya berkomunikasi saja dengan Bahasa Indonesia seperti biasanya. Lagipula kita paling hanya berkomunikasi dengan pedagang waktu beli oleh-oleh. Para pedagang di sana pinter Bahasa Indonesia walaupun terbatas hanya bahasa perdagangan/bahasa pasar. Kalau mau Pakai Bahasa Inggris juga bisa.
Petugas imigrasi dan para askar masjid di sana pun bisa Bahasa Indonesia walau terbatas. Tapi kan kita tidak akan berkomunikasi banyak dengan mereka.

Tenang saja, banyak kok yang berangkat umrah nggak bisa Bahasa Arab termasuk saya. Jangankan Bahasa Arab, jamaah sepuh dari pelosok desa banyak yang Bahasa Indonesia aja mereka nggak bisa. Mereka cuma bisa Bahasa Daerah dan mereka baik-baik saja tuh.

4. Masih muda dan merasa belum punya banyak ilmu

Justru selagi muda kita berangkat. Fisik masih prima, pikiran & daya ingat masih kuat, navigasi masih bagus, mata masih terang. Ilmu pun bisa dicari dengan mudah selagi kita masih muda, karena kita bisa mencari di sosial media, di buku, atau di manapun otak masih mudah menerima.
Bayangkan kalau nunggu tua dulu baru berangkat. Berdiri sebentar sudah encok, duduk lama lutut gemeter, keluar hotel dikit enter wind, ngaji susah karena matanya udah blawur, daya ingat & navigasi sudah melemah, mau cari ilmu juga udah susah nangkepnya alias lemot. 
Pilih mana? 
Pasti jauh lebih enak umrah selagi muda, bukan?

5. Merasa tidak mampu secara finansial 

Banyak banget nih yang alasan begini. Merasa nggak punya uang, hartanya sedikit, kebutuhan banyak, dll. Yang paling membagongkan adalah bikin alasan begini tapi tiap hari jajannya 'kopi setar-buk'😂.
Sebenarnya yang paling diperlukan untuk berangkat umrah adalah niat yang sangat kuat. Setelah niat yang kuat, kemudian banyak berdoa, dilanjutkan dengan ikhtiyar menabung sedikit demi sedikit. InsyaAllah Allah yang akan memampukan kita karena Allah Maha Kaya.
Banyak sekali orang yang bisa berangkat umrah padahal nggak kaya bahkan nggak modal babar blas. Ada tukang parkir, tukang becak, tukang kue keliling, petani di pelosok desa, dll. Modal mereka hanya keinginan yang sangat kuat, menabung seribu demi seribu, selebihnya Allah yang memampukan.
Nah, kita yang tiap hari bisa jajan ojek makanan onlen harusnya malu kalau sampai nggak mau umrah karena alasan tidak mampu/nggak punya uang.

6. Sibuk berpikir negatif sampai lupa mikir pahala yang akan didapat

Banyak yang belum-belum udah berpikir negatif duluan. Nanti begini lah, nenti begitu lah. Nanti kalau begini gimana, kalau begitu gimana, dll. Akhirnya nggak mau berangkat karena apa yang buruk-buruk di pikirannya takut kalau bakal kejadian di sana. 
Lupa. 
Lupa kalau kita bisa mengeruk pahala yang sangat banyak. Lupa kalau dosa-dosa kita bisa terampuni. 
Kita harus khusnudzon/berbaik sangka pada Allah & selalu berpikir positif.



Gimana dengan kalian?
Masih nggak mau umrah karena alasan yang tidak syar'i? Masih takut?
Coba yuk dirubah dulu mindsetnya ya...
Semoga kalian yang masih takut umrah bisa segera berangkat memenuhi undangan Allah.

0 komentar

Silakan tinggalkan komentar, tapi mohon maaf komentar saya moderasi karena banyaknya spam.
Mohon untuk tidak menyertakan link hidup, ya...
thanks,