5 Tempat Wisata yang Wajib Dikunjungi di Kota Toboali [Indonesia]

by - 16 November

5 Tempat Wisata yang Wajib Dikunjungi di Kota Toboal

Kalau kamu lagi berkunjung ke Pulau Bangka, nggak ada salahnya mampir ke Toboali.


Toboali adalah ibu kota Kabupaten Bangka Selatan, letaknya sekitar 116 km dari Kota Pangkal Pinang dan bisa ditempuh hanya dengan 2 jam perjalanan naik mobil. Jalannya aspal bagus, pemandangan juga lumayan, ada pemandangan pantai lengkap dengan jogging track di daerah Koba (ibu kota Kabupaten Bangka Tengah), kalo capek bisa nepi dulu sambil jogging di pinggir pantai.

Emang ada wisata apa aja sih?

Banyak, cuy! Kalau kamu punya banyak waktu dan sempet menginap di sana, bisa kelayapan keliling Bangka Selatan sampai ke pulau-pulau kecil yang pantainya bagus dan masih sepi serasa milik pribadi. Berhubung saya kemarin cuma setengah hari di sana, jadi saya city tour Toboali aja alias mengunjungi tempat wisata yang ada di dalam kota.

Sebelum berkelana, saya mampir dulu ke Tourist Information Center (TIC) di pengkolan sebelum menuju ke Benteng Toboali.
Toboali Tourist Information Center (TIC)
Toboali Tourist Information Center (TIC)
di TIC, kita bisa ambil brosur yang berisi tempat-tempat wisata di Toboali. Biasa lihat-lihat foto-foto tempat wisata yang lengkap dengan keterangan lokasinya. Kalau mau tanya-tanya juga bisa, disana ada abang-abang yang jagain dan siap menjawab pertanyaan kamu.
Setelah ngubek-ubek TIC, tiba saatnya ngebolang. Tempat wisata yang sempat saya kunjungi adalah:

1. Benteng Toboali

pintu masuk Benteng Toboali
pintu masuk Benteng Toboali
Benteng Toboali menghadap ke Laut Nek Aji, terletak strategis di atas bukit kecil 18 meter di atas permukaan laut yang pada masanya, dari benteng ini kita bisa bisa melihat ke segala penjuru kota. 
Dibangun tahun 1825 untuk melindungi pertambangan timah serta memperkuat sistem pertahanan serta kestabilan wilayah jajahan pada zaman Belanda. Benteng ini pernah dikuasai jepang di tahun 1942-1945 dan tahun 1980-an digunakan sebagai kantor polisi. Karena benteng tersebut masuk ke dalam bangunan cagar budaya, maka kantor polisi pun dipindahkan.
Meskipun bentuk benteng berdiameter 50 meter ini tak lagi utuh, tapi masih tersisa dinding-dinding ruangan, pondasi, lantai, dan dinding utama bangunan benteng.  
bangunan gudang penyimpanan di dalam benteng toboali
bangunan gudang penyimpanan di dalam benteng
Ruangan-ruangan yang ada dalam benteng di masa lalu terdiri dari ruangan inspektur benteng, gudang penyimpanan, barak prajurit, ruang administrasi dan keuangan, ruang penyimpanan bubuk mesiu, ruang penjaga pintu masuk, dan ruang penyimpanan bahan makanan serta dapur. Beberapa dinding ruangan tampak dihinggapi akar-akar pohon besar macam di Angkor Wat. Bisalah kalau mau foto-foto ala Lara Croft.
akar pohon tua yang nemplok di dinding benteng toboali
akar pohon tua yang nemplok di dinding benteng
Dilihat dari kondisinya, Benteng Toboali perlu direvitalisasi dalam rangka pelestarian benda cagar budaya, mengingat usianya yang sudah uzur dan kondisinya semakin memprihatinkan. Harapannya supaya lebih greget lagi buat dijadikan tempat wisata yang kekinian dan tetap bisa dinikmati untuk generasi mendatang.

2. Pantai Batu Belimbing

kawasan geowisata Pantai Batu Belimbing
kawasan geowisata Pantai Batu Belimbing
Pantai Batu Belimbing ini geowisata yang paling diandalkan di Toboali. 
Bebatuan granit raksasa ini terhampar di sebuah 'kebon' di dekat pantai dan bentuk batuannya memang berlekuk dengan penampang melintang seperti buah belimbing. 
Di sini kita bisa nyelip-nyelip diantara bebatuan sambil foto-foto. Saya jadi ingat Monk's Valley di Göreme Cappadocia, meski bentuknya jauh berbeda tapi sama-sama batu. hahaha
batu belimbing raksasa yang bertumpuk
batu belimbing raksasa yang bertumpuk
Di  tempat wisata ini juga sudah dilengkapi dengan toilet dan tempat sampah. Silakan membuang sampah di tempat sampah yang disediakan dan jangan merusak tanaman dan bebatuan yang ada, termasuk melakukan vandalisme ya!

3. Batu Perahu
batu yang bentuknya seperti perahu

Batu Perahu letaknya nggak jauh dari Batu Belimbing. Di pantai ini ada batu granit segede bagong yang bentuknya seperti perahu. Kalau air laut lagi pasang, batu ini kerendem bawahnya mirip perahu yang lagi berlayar. Tapi kalau air laut lagi surut, batu ini semacam lagi bersandar di pantai.
Selain batu berbentuk perahu, ada banyak batuan granit gendut-gendut juga yang terhampar di sepanjang pantainya. Sayangnya ada beberapa batu yang jadi korban vandalisme orang-orang yang tidak bertanggungjawab.
Di pantai ini juga ada dermaganya. Bagus buat foto-foto pas sunset. 

4. Pantai Kelisut

perahu nelayan di Pantai Kelisut
perahu nelayan di Pantai Kelisut
Agak geser sedikit dari Batu Perahu ada Pantai Kelisut. Masih pantai dengan batuan granit, sama seperti pantai-pantai tetangganya. Di pantai ini sering diadakan event-event seperti Taruna Beach Festival dan Festival Panggang 20.000 Otak-Otak, serta selalu ramai oleh warga yang datang berwisata di akhir pekan.

5. Pantai Batu Kapur

pemandangan Pantai Batu Kapur
pemandangan Pantai Batu Kapur
Dari pantai-pantai yang saya kunjungi, Pantai Batu Kapur ini adalah yang paling ramai pengunjung. Kenapa? Karena di sini ada banyak penjual makanan. Rencananya akan dibangun sentra kuliner perikanan di sini.
Saya dihampiri seorang ibu ramah pemilik salah satu warung, dia menawarkan menu-menu jajanan khas Toboali yang bisa dibeli dari warung-warung yang ada di pantai, termasuk terasi produksi nelayan setempat. 

Baca juga: Escape ke White Sand Island

Akhirnya saya jajan kelapa muda, otak-otak, dan empek-empek khas Toboali. Otak-otak dan empek-empeknya rasanya enak banget, dinikmati sambil duduk-duduk di bangku kayu di bawah pohon sambil lihat pantai. Saya sampai nambah-nambah pesennya.
menikmati kelapa muda dan otak-otak khas Toboali di pinggir pantai
menikmati kelapa muda dan otak-otak khas Toboali di pinggir pantai
Si ibu juga menunjukkan bahwa ada pohon kelapa yang unik karena bercabang 3. Ibu itu (saya lupa namanya) kesadaran wisatanya tinggi banget. Dia bahkan memberi tahu dimana letak toilet, dan siap meminjamkan motor kalau saya males jalan ke toilet yang letaknya agak ke sono. Luar biasa. Aset berharga buat kemajuan pariwisata pantai ini di kemudian hari. Semoga lebih banyak lagi warga setempat yang punya kesadaran wisata seperti si ibu.

Baca juga: Pasar Inpres Kebun Sayur Balikpapan

Setelah puas keliling dari pantai ke pantai meski belum semua pantai dijelajahi, saatnya balik ke Kota Pangkal Pinang. Jangan lupa beli oleh-oleh produksi UKM di sana. Oleh-oleh yang wajib dibeli adalah:


1. Terasi

terasi adalah salah satu oleh-oleh kota toboali
terasi toboali
Terasi Toboali termasuk salah satu terasi ter-enak dan terkenal di Indonesia. Terbuat dari udang segar, warnanya kehitaman karena tanpa pewarna. Harganya juga relatif murah.

2. Aneka jenis kerupuk

snack yang terbuat dari ikan, oleh-oleh khas Toboali
snack oleh-oleh khas Toboali
Ada kemplang panggang, kricu (terbuat dari telur cumi), getas. Semua rasanya enak, gurih, dan nggak keras, karena terbuat dari ikan penghuni laut yang segar. 

Sebenernya masih banyak lagi tempat wisata yang bisa dilihat di Toboali, cuma sayangnya waktu saya nggak banyak di sana. Semoga lain waktu bisa punya kesempatan kesana lagi dan menjelajahi tempat-tempat yang belum sempat terjelajahi kemarin.



Special thanks to Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olah Raga Kabupaten Bangka Selatan: Bapak Haris Setiawan.  


You May Also Like

18 komentar

  1. Ada Pantai Batu Belimbing, Perahu dll. Ini buatan ya atau gimana kok bisa berbentuk begitu mirip ya? hehehe Kalau bersih ga ada sampah berserakan jadi makin indah ya pantainya, ini udah tersedia tempat sampah juga buat para pengunjung. Kuliner kerupuknya enak2 kelihatannya. Cocok buat dibawa oleh2 :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. itu batu alami, mbak. memang karakteristik batuannya seperti itu di daerah sana. makanya disebut geowisata. pariwisata yag sifatnya konservasi yang berkaitan dengan fenomena alam geologi.
      semua tempat wisata itu sedah dilengkapi tempat sampah, tapi sedihnya, masyarakat kita banyak yang tidak peduli kebersihan.
      kerupuknya memang mantab, mbak. rasanya beda dengan di daerah Bangka lainnya meski sama nama dan jenisnya.

      Delete
  2. Untuk menuju tempat wisatanya, transportasinya mudah kah? atau harus sewa mobil untuk bisa ke sana?

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau saya sewa mobil dari Pangkalpinang, mbak.
      tapi di Toboalinya sendiri ada angkot, cuma nggak banyak sih, jadi mungkin agak lama nunggunya.

      Delete
  3. Pengetahuan geografiku cetek banget karena lumayan mikir pas baca judulnya, Toboali di mana? Hehehe T___T Ternyata di Bangka ya. Padahal beberapa kali pernah ke Pangkal Pinang. *dijejelin peta* Pantai-pantainya indah banget ya. Semoga someday bisa ke sana kalo jalan-jalan ke Bangka lagi. :)

    Btw, terasi Bangka selalu juara sih emang. Yummm~

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, mbak...
      memang kurang populer sih nama Toboali. padahal terasi Toboali juara banget loh. hihhihi

      Delete
  4. Selalu takjub dengan pembentukan bebatuan raksasa. Bisa gitu, ya.

    ReplyDelete
  5. Aiishhhh aku ls pgn ksana ngeliat makanannya iniii :) . Paling suka segala yg berbau seafood. Trus batunya bisa unik2 bgitu bntuknya yaaa :). Keren sih ini tempatnya :).

    ReplyDelete
    Replies
    1. makanannya enak-enak mbak, ikannya seger.
      saya paling suka sama pempek & otak-otaknya.

      Delete
  6. Batu belimbingnya lucu banget. Waktu saya ke Bangka, saya nggak ke sini. Kapan² dijadwalkan, ah...

    ReplyDelete
    Replies
    1. boleh mbak, dijadwalkan kalo ke Bangka lagi. cuma 2 jam dari Pangkalpinang :D

      Delete
  7. Saya tuh kalo baca judul blog ini jadi berasa laper ( gak nyambuuung !) Hahhaa..

    By the way, warna trasinya lebih terang ya mbak.. beda sama terasi Banyuwangi yang cenderung berwarna gelap (merah kehitaman). Soal rasa pasti sama2 enak sih ya.. hahhaa..

    ReplyDelete
    Replies
    1. sebenernya warnanya agak gelap dari itu tapi nggak segelap terasi mateng, mbak Evva.
      evek pantulan plastik aja tuh jadi keliatan terang. hehehe

      Delete
  8. Bagus ya gugusan pantainya. Pasirnya masih putih dan adem pastinya

    ReplyDelete
    Replies
    1. panas, mbak... hahahhaha
      tapi anginnya enak sih :D

      Delete

Silahkan tinggalkan komentar :)