Hati-Hati Terjebak Makanan Haram Ketika Traveling di Korea

Makanan Korea itu memang menggiurkan banget, terutama street foodnya. Kalau kamu penggemar drama Korea, pasti udah nggak asing lagi karena di draKor sering banget muncul adegan bersama berbagai jenis makanan Korea yang bikin penasaran.

Sebagai seorang muslim sudah semestinya kita wajib memilih makanan yang halal, seperti perintah الله dalam Al-Qur'an:


يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

Artinya: 
“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan, karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” 
 [QS Al Baqarah: 168]

Makanan yang haram itu tentu saja bukan hanya daging babi tapi juga makanan yang mengandung alkohol dan makanan dari hewan (biasanya sapi atau ayam) yang disembelih tanpa menyebut nama الله.

Banyak muslim yang 'tidak peduli' dengan apa yang dimakannya, terutama jika sedang traveling di luar  negeri. Biasanya mereka hanya mengejar "trend" kekinian karena penasaran nyobain suatu makanan dan hanya mengandalkan kata-kata sakti "yang penting bukan babi" tanpa berpikir apakah makanan itu mengandung alkohol dan/atau dagingnya disembelih secara halal atau tidak.
Parahnya, ada juga muslim antik dengan prinsip ajaib "yang penting sebelum makan baca bismillah, apapun makanan yang kita makan jadi halal".
Atau prinsip sesat "kita kan nggak tau, jadi ya nggak papa makan aja" tanpa ada usaha untuk mencari tau, padahal sebagai manusia kita dikaruniai akal dan pikiran.
Biasanya orang-orang jenis ini akan membeli makanan apapun dan dimanapun tanpa memilih untuk membeli di tempat makan yang sudah terkonfirmasi halal.
Naudzubillah....

Korea adalah negara dengan muslim minoritas. Makanan biasanya mengandung babi (daging, kaldu, minyak, dll) dan mengandung alkohol (terutama soju). Kalaupun itu berwujud ayam atau sapi, mayoritas bukan dari sembelihan yang halal.
Oleh sebab itu kita tidak bisa jajan sembarangan, meskipun makanannya berwujud ayam atau ada label no pork no lard. 
Oia, banyak juga pedagang makanan di Korea asal tempel tulisan halal, tanpa tau makna halal yang sebenarnya itu apa.  Yang kayak gini sih biasanya dijumpai di kaki lima.

Makanan halal di Korea sebenernya lumayan banyak tapi tidak tersebar merata melainkan hanya ada di daerah tertentu saja (di Seoul, penjual makanan halal terpusat di daerah Itaewon. Hanya sedikit yang ada di luar Itaewon, tapi selalu ada kok di tempat keramaian turis).
Di sini keimanan kita benar-benar diuji, dimana street food di sana sungguh sangat menggiurkan, juga rasa penasaran pengen ngicipin makanan yang sering lalu lalang di draKor. Semua masakan dan jajanan khas Korea itu bisa kok kita makan dengan aman jika kita membelinya di warung/restoran Korea yang halal.

Seiring banyaknya turis muslim yang datang ke Korea, saat ini sudah mulai banyak tempat makan yang tersertifikasi halal. Pemerintah Korea juga sudah menggandeng Korea Muslim Federation (KMF) untuk mengadakan event seperti Halal Restaurant Week Korea juga Halal Trade Expo Korea setiap tahunnya.

Saya akan share beberapa makanan Korea yang banyak diburu traveler serta informasi bahan baku yang menjadi titik kritis keharaman makanan tersebut. 
Kenapa? 
Supaya kita menjadi menjadi aware dan bisa menguatkan iman kita untuk tidak mudah tergoda buat jajan sembarangan, serta mengobarkan semangat kita untuk selalu membeli makanan di warung/restoran yang sudah terkonfirmasi kehalalannya.


 고추장 (gochujang)
Gochujang (cabe merah giling) ini bumbu khas yang dipakai di sebagian besar masakan Korea, terutama masakan Korea yang berwarna merah.
Meskipun Gochujang tidak semua haram, tapi hampir semua gochujang yang dibuat pabrik ada tambahan alkohol [lihat tulisan 주정 (jujeong) di kemasannya]. Biasanya hanya gochujang yang dibuat tradisonal yang tidak mengandung alkohol.

소주 (soju)
Adalah minuman tradisional Korea yang mengandung alkohol. Orang Korea minum soju hampir setiap hari, udah mirip orang indonesia minum teh botol. Soju tidak hanya diminum namun juga menjadi bahan campuran dalam masakan.



Beberapa masakan yang biasanya memakai bumbu gochujang, soju, dan bahan lain (termasuk arak beras/ang ciu) yang menjadi titik kritis keharaman:

1. Tteokbokki (spicy rice cake/kue beras berbumbu)
mengandung gochujang yang beralkohol

2. Budaejjigae (Army Stew)
mengandung soju

3. Saus pencelup di Haemul Pajeon (seafood & green onion pancake)
saus pencelupnya mengandung arak beras

4. Kimchi Bokkumbab (nasi goreng kimchi)
mengandung soju, kadang juga babi

5. Galbi (grilled beef short ribs)
sebelum digrill, iga sapi direndam dulu dengan gochujang

6. Bulgogi 
sebelum dimasak, daging direndam dulu dengan campuran soju

7. Sundubu Jjigae (sup tahu sutra)
mengandung soju dan babi

8. Kimchi Jjigae (kimchi stew)
mengandung babi

9. Japchae (sweet potato noodles)
mengandung soju

10. Tteokguk (rice cake soup)
mengandung soju

11.  Jjajangmyeon (mie dengan saus taoco hitam)
mengandung babi

12. Eoumuk/Odeng (fish cake soup)
mengandung arak beras/ang ciu


Fast food sejuta umat yang biasa kita makan di Indonesia seperti KFC, McD, Burger King, Lotteria di Korea  tidak bisa dimakan karena ada menu babi dan ayamnya bukan sembelihan yang halal.

Mie/ramen instant dalam kemasan seperti merk Samyang di Korea (yang tanpa label halal) juga tidak bisa dimakan. Sebab mengandung babi dan ayam yang bukan sembelihan halal. Kalau kepengen mie/ramen kemasan terutama merk Samyang, beli aja di Indonesia/Malaysia yang ada logo halal di kemasannya. FYI, meskipun satu merk, tapi mereka mempunyai 2 pabrik yang terpisah. Pabrik yang khusus membuat versi halal, produknya hanya dijual di luar Korea
Saya sempat cari Samyang halal di 2 supermarket halal daerah Itaewon dan nggak nemu. Adanya malah Indomie Indonesia. hehehhe

Semoga informasi ini bisa berguna sebagai rambu-rambu kita dalam memilih makanan. Biasakan untuk selalu berusaha mencari informasi tentang halal/haram makanan/minuman yang akan kita konsumsi. Sekarang sudah banyak aplikasi yang bisa membantu kita untuk mendapatkan informasi tersebut.

Solusi terbaik adalah jangan jajan sembarangan dan selalu membeli makanan di restoran halal yang tersertifikasi atau minimal yang pemiliknya seorang muslim selama traveling meskipun mungkin sedikit penuh perjuangan.

       

Halal itu mendatangkan berkah dan menentramkan hati 😄

Share:

10 komentar

  1. karena drama korea saya jadi kepengan makan makanan korea. Tapi pas cobain di resto lokal, kurang cocok di lidah yang asli Indonesia ini. Ternyata banyak makanan korea yang terkenal tapi mengandung komposisi yang haram, ya. Thanks for sharing mba.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mbak, banyak makanan Korea yang defaultnya haram/tidak bisa kita makan. Tapi kalau kita beli di resto yang tersertifikasi halal, insya Allah terjamin halal.

      Delete
  2. Ya bener banget kita harus memakan yg halal.

    Kita juga perlu mencaritahu dulu sebelum memesan atau membeli makanan yg belum kita tahu.

    Tapi islam juga mema'afkan, apabila kita benar-benar tidak tau/lupa atau hal yg lainnya.

    Dan juga tidak semua yg mengandung alkohol juga dapat dikategorikan haram. Karena alkohol dibedakan dari prosesnya, seperti fregmentasi, atau prosea alami.

    Seperti durian, mengandung alkohol tapi tidak haram. Tergantung lagi dengan niat, kalo niatnya untuk mabuk ya pasti haram. Tapi kalo tidak ada jalan lain, ya mau tidak mau..hehe

    Salam kenal, sangat menginspirasi sekali..

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih ya, sudah mampir.
      yang penting kita harus ekstra usaha untuk tetap mendapatkan asupan makanan halal di negeri yang muslimnya minoritas.

      Delete
  3. Harus hati-hati menyantap makanan, terutama di negara yang mayoritas non muslim

    ReplyDelete
  4. tfs, mbaa
    mei 2017 udah mau berangkat ke korsel, tapi ternyata lahirann
    semoga nanti bisa ke sana

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin...
      semoga nanti bisa ke Korea sama anak-anak juga ya :D

      Delete
  5. Info yang sangat berguna apalagi banyak produk ini djual di supermarket lokal.

    Btw mba, apakah kolom komen url memang ga dibuka?

    ReplyDelete
    Replies
    1. kolom komen url dibuka kok, mbak
      mungkin lagi error ya? nanti saya cek lagi deh :)

      Delete

Silahkan tinggalkan komentar :)

NO SPAM! NO SARA!