Aneka Banchan di Restoran Korea | 반찬 [Korea Selatan]

by - Friday, January 05, 2018


Kalau makan di resto Korea, kita pesen satu menu tapi yang datang pasti rombongan. Si menu utama tadi bawa temen-temennya yang namanya Banchan.


Banchan adalah aneka jenis makanan pendamping makanan utama yang disajikan di piring-piring kecil. Masing-masing restoran di Korea menyajikan bancan dengan jenis dan jumlah yang berbeda-beda, mulai dari 3 jenis sampai puluhan jenis yang menuh-menuhin meja.
Nah, banchan ini hanya datang jika kita memesan makanan utama, dan nggak ada tertulis di buku menu. Ya namanya juga menu pendamping, jadi nggak bisa kalau kita cuma pesen nasi sama banchan doang. Trus banchan ini datang segambreng hanya untuk satu meja. Jadi kalau misal kamu makan semeja sama 3 orang temanmu ya banchannya dibagi buat bertiga. Enggak boleh rebutan, ya! 
Oh ya, di banyak restoran, kalo banchan kita udah habis dan pengen nambah, kita bisa isi ulang banchan dengan gratis.


sajian banchan yang rame hore di  Makan Halal  daerah Itaewon


Banchan yang paling umum dan selalu ada di setiap resto adalah kimchi. Jenis kimchi ada macam-macam:

  • Nabak kimchi (나박김치): kimchi sawi putih dan lobak yang lebih berair.
  • Dongchimi (동치미): kimchi sayuran tanpa cabai. Nabak kimchi dan dongchimi disebut mul kimchi (물김치) atau "kimchi air".
  • Geotjeori (겉절이): kimchi sawi putih yang masih baru dan belum terfermentasi.
  • Ggakdugi (깍두기): kimchi dari lobak yang dipotong seperti kubus dan berbumbu cabai.
  • Oi sobak-i (오이 소박이): kimchi dari mentimun dengan cabai dan daun bawang.
  • Chonggak kimchi (총각김치): kimchi berbumbu cabai dari lobak utuh berukuran kecil.

banchan di resto Asian Cuisine - Nami Island

Jenis banchan lain yang populer adalah namul  (나물), yaitu sayuran yang ditumis atau direndam dengan bumbu seperti minyak wijen, garam dapur, cuka, bawang putih, daun bawang, bubuk cabai, atau kecap asin.
  • Kongnamul (콩나물): tauge dalam minyak wijen.
  • Sigeumchi-namul (시금치나물): spinacia dalam minyak wijen, bawang putih, dan kecap asin.
  • Miyeok-muchim (미역무침): miyeok (rumput laut atau wakame) dengan cuka, gula, dan garam dapur.
  • Mu-saengchae/Mu-chae (무생채/무채): asinan lobak yang diiris kecil-kecil dan diberi cuka, gula, garam dapur, dan cabai.
  • Gosari-namul (고사리나물): tumis pucuk pakis.


banchan di resto Muree daerah Itaewon

Selain banchan dari sayuran, ada juga jenis Jorim, yaitu sebutan makanan yang dimasak dengan saus. Jorim yang pernah saya temui adalah Dubu-jorim (두부조림): tahu yang ditumis dengan saus berupa campuran kecap asin, minyak wijen, bawang putih, dan daun bawang.

Jenis banchan lain yang jarang absen adalah ikan teri (Myeolchi-bokkeum 멸치볶음). 
Adalagi banchan yang digoreng semacam perkedel yang dinamakan Jeon, jenisnya pun ada macam-macam.

banchan di Eid Halal daerah Itaewon


Keberadaan banchan menjadi keunikan tersendiri dalam kuliner Korea yang membedakan dengan kuliner negara lain. 
Saya pun membayangkan, orang Korea itu kalo cuci piring pasti rempong, soalnya piring yang harus dicuci jadi banyak banget gara-gara keberadaan rombongan banchan.

You May Also Like

2 komentar

  1. Aku cobain masakan Korea di Indonesia cuma gak suka sama rasanya. Kayaknya mesti cobain langsung di Koreanya ya biar suka. Sekalian ditemenin sama oppa ganteng hahaha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak Lia,
      kalo makan masakan Korea di Korea ditemenin oppa ganteng sih dijamin suka dan pastinya bikin nagih. hahahaha

      Delete

Silahkan tinggalkan komentar :)