Plengkung dan Jokteng ala Jogja di Seoul [Korea Selatan]

by - Sunday, October 15, 2017


Plengkung kata Orang Jogja, yang artinya lengkungan (gerbang berbentuk lengkungan), yang merupakan pintu gerbang untuk menuju ke dalam kerajaan/istana yang jaman dulu dikelilingi tembok benteng yang besar.


Layaknya Kota Jogja yang punya 5 plengkung untuk menuju nJeron beteng, Kota Seoul di Korea Selatan juga punya 8 gerbang bersejarah yang terletak di titik utama tembok benteng Seoul Fortress Wall, yang dibangun sekitar tahun 1396 - 1398.


8 Gerbang ini dibagi menjadi 2, yaitu 4 gerbang besar (사대문)  dan 4 gerbang kecil (사 소문).

4 Pintu Gerbang Besar (사대문) :  
Dongdaemun (disebut juga Heunginjimun) di sebelah timur, 
Seodaemun (Donuimun) di sebelah barat, 
Namdaemun (Sungnyemun) di sebelah selatan,
Bukdaemun (Sukjeongmun) di utara.

4 pintu gerbang kecil (사소문): 

Souimun di barat daya, 
Changuimun di barat laut, 
Hyehwamun di timur laut, 
Gwanghuimun di tenggara. 


Seoul City Wall


Namun, sekarang yang tersisa tinggal 6 gerbang saja, 2 gerbang di barat dan barat daya sudah runtuh, tinggal monumen peringatannya saja yang dibangun di tepat perkiraan gerbang aslinya berada.
Dari 6 gerbang ini saya hanya sempat mendatangi 2 gerbang saja. Pengennya sih bisa motret semua gerbang yang masih ada, tapi sebagai backpacker yang sudah menuju renta dan cuti yang terbatas, membuat saya nggak sanggup mendatangi semua gerbang. Semoga lain waktu ada kesempatan buat jalan-jalan ke Korea lagi. 
Aamiin!






Sedangkan Seoul Fortress Wall atau The Hanyangdoseong (한양도성) adalah benteng sepanjang 18,6 km dengan tinggi antara 5 - 8 meter yang dibangun pada tahun 1396 di masa pemerintahan King Taejo dari dinasti Joseon. Benteng ini dibangun di sekitar pegunungan kecil yang mengelilingi kota Seoul yaitu Bugaksan di utara, Naksan di timur, Namsan di selatan, dan Inwangsan di barat.



salah satu bagian Seoul City Wall yang tersisa

Kondisi tembok benteng sekarang sudah tidak utuh lagi, tapi masih lumayan banyak yang masih tersisa dan menjadi obyek wisata, terutama di daerah Jokteng atau Pojok Beteng, ala-ala di Jogja gitu. Kalau di Jogja, joktengnya berbentuk bastion, kalau di Seoul bentuknya ada yang setengah lingkaran ada yang sudut biasa, seperti foto di bawah ini.


Jokteng di Dongdaemun
The Hanyangdoseong masuk dalam situs bersejarah no. 10.
Kalau kamu tertarik untuk keliling benteng dan lihat gerbang-gerbang di Seoul ini ada panduan wisatanya, lho... 
bisa diintip di sini: http://seoulcitywall.seoul.go.kr/front/eng/sub04/sub0401.do








You May Also Like

6 komentar

  1. Walau baru ada foto gerbangnya, tapi kelihatannya megah banget. Kenapa ya, istana itu kok kelihatan megah-megah banget..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hallo mbak Riski,
      terima kasih ya udah mampir :D
      iya... istana selalu kelihatan megah soalnya kan lambang kejayaan pada masanya :)

      Delete
  2. Keren ya bentengnya. Bisa aja deh membandingkan dengan yang di jogja :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai mbak Farida,
      saya merasa de javu ingat sama Jogja, soalnya waktu kecil kalo liburan ke rumah nenek di Jogja, kebetulan rumah nenek ada di njeron beteng, jadi selalunya lewat plengkung buat menuju ke sana.

      terima kasih ya, sudah mampir dan meningglkan komentar :D

      Delete
  3. Replies
    1. cantik dan fotogenik banget, mbak :D

      Delete

Silahkan tinggalkan komentar :)